PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit Lewat Dukungan Energi

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sebagai anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, PTBA berada dalam posisi kunci untuk memastikan kebutuhan energi proyek strategis nasional dapat terpenuhi. Ketersediaan energi menjadi faktor krusial karena proses pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium membutuhkan suplai daya dalam skala besar dan berkesinambungan.
Fasilitas pengolahan dan pemurnian yang berlokasi di Mempawah ini dirancang sebagai penghubung utama dalam rantai pasok bauksit alumina aluminium terintegrasi di Indonesia. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 3 juta ton bauksit per tahun menjadi 1 juta ton alumina, proyek ini melangkah lebih jauh dengan mengolah alumina tersebut menjadi sekitar 600 ribu ton aluminium.
Keberadaan fasilitas ini tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas. Proyek tersebut diproyeksikan menciptakan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 65 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampaknya dirasakan tidak hanya oleh sektor pertambangan, tetapi juga industri pendukung, pembangunan infrastruktur daerah, hingga UMKM yang masuk dalam ekosistem hilirisasi.
CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menilai proyek terintegrasi ini sebagai langkah penting dalam mengubah paradigma pengelolaan sumber daya alam nasional. Menurutnya, mineral tidak lagi diposisikan sebagai komoditas ekspor mentah, melainkan sebagai bahan baku strategis untuk mendukung transformasi industri.
“Melalui Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium ini kita berupaya mewujudkan transformasi industri yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Rosan.
Peran Energi dalam Hilirisasi Terpadu
Dalam konteks hilirisasi, penyediaan energi menjadi tulang punggung keberlangsungan operasional smelter. PTBA mengambil peran sebagai penyedia solusi energi atau power solution yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri aluminium secara stabil, efisien, dan berdaya saing.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan bahwa Grup MIND ID berkomitmen mengelola sumber daya mineral secara bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya memastikan kekayaan alam Indonesia diolah di dalam negeri agar memberikan nilai tambah maksimal dan multiplier effect ekonomi yang berkelanjutan.
“Proyek ini adalah karya anak bangsa. Inilah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara, demi peradaban masa depan Indonesia,” pungkas Maroef.
PTBA memandang dukungan energi ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan operasional, melainkan bagian dari sinergi antaranggota Grup MIND ID. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok industri nasional sekaligus meningkatkan ketahanan energi dalam jangka panjang.
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyampaikan bahwa keterlibatan perseroan dalam proyek Mempawah merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program strategis nasional. Ia menegaskan komitmen PTBA dalam menyediakan energi yang andal dan efisien guna mempercepat hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.
“PTBA berkomitmen untuk mendukung program strategis hilirisasi nasional melalui penyediaan energi yang andal, efisien, dan berdaya saing. Dukungan energi bagi Pengolahan dan Pemurnian Alumina-Aluminium Terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan Perusahaan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menjamin kelangsungan proses produksi, pasokan energi dari PTBA juga berkontribusi dalam menciptakan kepastian investasi. Stabilitas energi menjadi salah satu faktor utama bagi investor dalam menilai daya saing proyek smelter aluminium di tingkat regional maupun global.
Keunggulan lain dari dukungan PTBA terletak pada pemanfaatan teknologi energi yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan upaya industri nasional untuk tetap kompetitif sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan dan pengurangan dampak lingkungan.
Dengan integrasi antara dukungan energi dan proyek hilirisasi bauksit alumina aluminium, PTBA menegaskan posisinya sebagai pilar penting dalam transformasi industri nasional. Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden yang menekankan penguatan kemandirian energi dan industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri.
Ke depan, sinergi antara PTBA, MIND ID, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat fondasi industri aluminium nasional. Hilirisasi yang didukung energi berkelanjutan tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperkokoh kedaulatan industri strategis Indonesia di tengah dinamika global.
Melalui peran aktifnya di proyek Mempawah, PTBA menunjukkan bahwa transformasi industri tidak hanya soal kapasitas produksi, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi perekonomian nasional serta masyarakat.






























