Logo Bloomberg Technoz

Sekadar catatan, Bahlil dalam kesempatan sebelumnya sempat mengatakan Pertamina bakal bermitra dengan swasta untuk menggarap proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Dumai, Riau.

Kepastian itu disampaikan Bahlil selepas Pertamina menyelesaikan pembangunan RDMP di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

“Kita akan mengembangkan untuk storage dan kapasitas-kapasitas RDMP lain seperti di Dumai,” kata Bahlil kepada awak media di kawasan RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026),

“Pertamina dapat untung, negara punya ketahanan energi ada, swasta juga bisa mendapat kerja sama yang baik, yang saling menguntungkan,” kata Bahlil.

Terpisah, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mensinyalir raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, bakal ditemani oleh mitra kerja tambahan di proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban.

Oki menjelaskan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dibutuhkan untuk membangun Kilang Tuban memang terbilang sangat besar.

Namun, saat ini proses keputusan investasi atau final investment decision (FID) oleh Rosneft masih berlangsung dan diharapkan segera rampung.

Lebih lanjut, dia menyatakan secara umum Pertamina bakal mempercepat penambahan kapasitas kilang yang dimiliki, salah satunya dengan menggaet mitra-mitra baru, tak terkecuali pada proyek GRR Tuban.

“Karena itu kita melakukan partnerships. Saat ini statusnya sedang FID nanti mudah-mudahan kita bisa segera menyelesaikannya dan mudah-mudahan bisa segera menuju tahapan selanjutnya. Untuk partner-partner di refinery ini kami tentunya berkoordinasi sangat erat dengan pemerintah, dengan Danantara, dan juga dengan Kementerian ESDM,” kata Oki di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

“Baru kemarin kami dari Pak Menteri dan juga Pak Dirjen kita selalu ada arahan-arahan untuk tentunya mempercepat penambahan kapasitas ini. Jadi akan ada additional partners yang akan bergabung untuk memperkuat ketahanan energi di Indonesia,” tegas dia.

(azr/wdh)

No more pages