Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan hasil survei para peneliti tersebut, lebih dari 50% responden menjawab bahwa mereka menggunakan alat AI untuk aktivitas dan proyek personal dan sepertiganya mengatakan memakainya di tempat kerja. Penggunaan pribadi dinilai mungkin tetap lebih tinggi daripada penggunaan profesional, bahkan di antara karyawan penuh waktu.

Dalam konteks profesional, Brown menerangkan penggunaan AI bisa dipengaruhi oleh persyaratan dan batasan dari pemberi kerja. Mereka yang menjalankan bisnis kemungkinan tak mencari pengganti proses dan program yang saat ini berfungsi, serta melihat AI sebagai investasi waktu dan uang, bukan sebagai alat bantu cepat seperti yang mungkin dilihat oleh orang-orang yang menggunakannya untuk proyek pribadi.

Brown memberi penjelasan rinci bahwa lebih sedikit dari seperempat responden survei merupakan pensiunan— kelompok terbesar kedua yang disurvei sesudah karyawan penuh waktu. Hanya 16 dari 264 responden purnakarya yang mengatakan mereka belum sempat mendengar atau menggunakan alat AI apa pun atau sekitar 6%.

Kemudian, Brown menyebut bahwa ChatGPT dan Gemini adalah alat AI yang terpopuler di kalangan pensiunan, dengan 71% responden menyatakan mereka memakai salah satu atau keduanya.

Lantas Brown mengatakan Brian An memberitahunya bahwa orang tuanya yang telah pensiun menggunakan bot percakapan atau chatbot bikinan OpenAI tersebut hampir seperti mesin pencari atau search engine, mulai dari memeriksa resep dan berita sampai mencari informasi lebih lanjut tentang hal-hal yang mereka dengar serta lihat.

“Menurut saya, ini menjadi salah satu alasan mengapa kita melihat pemanfaatan masif dan pembangunan pusat data yang makin meningkat. Ini telah menjadi tool sehari-hari bagi banyak orang, tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga di rumah, untuk menjawab pertanyaan pribadi, mengerjakan proyek kecil, dan belajar lebih lanjut tentang sesuatu yang mereka minati,” ujar Brown.

Sementara itu, tak ada perbedaan besar antara responden yang memakai AI untuk keperluan rumah tangga dibandingkan pekerjaan, namun satu tren yang Brown pertanyakan dalam data adalah generasi muda yang bertindak sebagai penentang berdasarkan hati nurani. Dalam survei itu, ditemukan para pensiunan lebih banyak menggunakan alat kecerdasan buatan untuk aktivitas pribadi dibandingkan mahasiswa.

Brown meyakini terdapat sebagian anak muda yang memiliki kekhawatiran soal keakuratan AI dan dampaknya terhadap lingkungan, serta mereka mungkin lebih memilih menggunakan pencarian Google atau forum Reddit untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya daripada ChatGPT.

“Ini bukan hal besar yang muncul dari data kami, tetapi saya pikir ini mungkin juga menjelaskan mengapa para pensiunan lebih banyak terlibat daripada kaum muda dan mahasiswa, karena informasinya mudah diakses, dan memberikan jawaban yang cukup mudah dipahami,” tutur dia.

Survei tersebut tak meminta responden yang menyatakan tidak memakai tool AI untuk menjelaskan alasan mereka, sesuatu yang menurut Brown bakal menghasilkan sesuatu data menarik. Dia juga tidak percaya bahwa kurangnya jangkauan adalah hambatan besar saat ini atau sama besarnya pada masa lalu, mengingat akun gratis dan teknologi yang mudah diakses.

Bagi Brown, keberatan terhadap AI, serta ketidakpedulian semata, lebih mungkin menjadi faktor penyebab tidak digunakannya teknologi tersebut. Saat kelompok peneliti tersebut terus menganalisis data yang telah mereka kumpulkan, dia ingin menggali lebih dalam tentang penggunaan AI oleh pelajar di sekolah dan dampaknya terhadap lingkungan pendidikan, pembelajaran, dan hubungan mereka. 

Seperti media sosial sebelumnya, Brown memperkirakan chatbot AI dan tool lain berpotensi mengurangi hubungan dan koneksi di dunia nyata, sebuah kemungkinan yang hendak dia teliti.

“Saya sangat berharap teknologi bisa menjadi alat yang membantu orang menjalani kehidupan yang lebih baik, tetapi… jika teknologi menjadi semacam lubang hitam yang menghabiskan waktu dan energi, Anda mungkin mempelajari banyak hal tetapi menjadi semakin terputus dari orang-orang di sekitar Anda, yang dapat merugikan kesehatan mental Anda,” tandas Brown.

(far/wep)

No more pages