Menurutnya, proyeksi terbaru pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun tersebut hanya akan tumbuh 5,45%. “[Pertumbuhan ekonomi] kira-kira 5,45 kalau nggak ada perubahan. Di bawah janji saya tapi lumayan masih lebih tinggi dibanding triwulan-triwulan sebelumnya,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (8/7/2025).
Meski tidak mencapai target yang sebelumnya diungkapkan, Purbaya meyakini bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2025 ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan capaian selama periode kuartal pertama tahun lalu sebesar 4,87%, kuartal kedua 5,12%, dan kuartal ketiga sebesar 5,04%.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 akan meningkat dan mendekati level 6%, seiring kinerja ekonomi yang dinilai solid sepanjang 2025.
Maka itu, Gubernur BI Perry Warjiyo meminta seluruh pelaku ekonomi, khususnya sektor perbankan dan dunia usaha, untuk menghentikan sikap menunggu dan mengamati atau wait and see dan mulai bergerak lebih agresif pada tahun ini demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertumbuhan kami perkirakan akan meningkat. Setelah tahun 2025 sekitar 4,7% sampai 5,5%, tahun 2026 ini kami perkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4,9% sampai 5,7%. Dengan titik tengah adalah 5,3%," kata Perry Rabu pekan ini.
Tren penguatan tersebut diperkirakan nya juga akan berlanjut pada 2027, dengan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1% hingga 5,9%, dan titik tengah mencapai sekitar 5,5%. Selain pertumbuhan, Perry juga menegaskan komitmen Bank Indonesia bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Inflasi pada 2026 hingga 2027 diproyeksikan tetap terkendali di level 2,5% dengan kisaran plus minus 1%.
(red)



























