Ihwal wacana Danantara menjadi penyedia likuiditas atau liquidity provider di pasar modal Indonesia, Rosan mengklaim baru dapat membeberkan rencana tersebut usai evaluasi dan kajian yang dilakukan rampung.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Demutualisasi BEI, Reformasi Struktural
"Kita kan tentunya tetap harus melihat, setelah melalui evaluasi dan assessment yang independen dari bagian research dan bagian investasi kami," ucap Rosan.
Peluang masuknya Danantara sebagai pemegang saham BEI sejalan dengan rencana pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempercepat demutualisasi bursa. OJK menargetkan peraturan pemerintah (PP) terkait demutualisasi BEI terbit pada kuartal I-2026 sebagai bagian dari reformasi pasar modal dan peningkatan transparansi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai demutualisasi bursa menjadi langkah penting untuk mencegah penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Menurut Airlangga, demutualisasi akan memisahkan secara tegas pengelola bursa dari anggota bursa sehingga meningkatkan independensi dan tata kelola.
“Kalau sudah demutualisasi, pengurus bursa dipisahkan dari anggota bursa karena akan ada investor yang masuk. Dengan begitu, bursa menjadi lebih independen terhadap kepentingan anggota,” kata Airlangga, beberapa hari lalu.
Dia menambahkan, demutualisasi juga membuka peluang BEI untuk melantai di bursa atau go public di kemudian hari serta memperkuat kewenangan bursa dalam menindak pelaku yang melakukan distorsi pasar.
(azr/wep)





















