Adapun, kerja sama antara Pertamina dan Sonatrach tersebut sudah dilakukan mulai 2002–2003 melalui kontrak tahunan, berlanjut dengan fleksibilitas transaksi spot pada 2006–2013, hingga memasuki fase ekspansi sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat (MLN). Lantas, menjelang pelaksanaan lifting, kedua perusahaan tersebut telah menandatangani lifting service contract pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach.
Sekadar catatan, PT Pertamina Internasional EP (PIEP) berpotensi menghasilkan produksi puncak di blok 405a sebesar 36.000 BOEPD serta membuka peluang baru pengembangan di wilayah sekitar dalam 25 tahun ke depan dan potensi tambahan 10 tahun perpanjangan kontrak.
Adapun, sampai semester I-2025, Pertamina lewat anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat lifting minyak sebesar 557 ribu barel per hari (bph) dan produksi gas sebesar 2.798 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Torehan lifting minyak Pertamina itu lebih rendah 7,9% dari target yang disematkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605 bph.
Adapun, sebagian lifting minyak itu berasal dari portofolio aset luar negeri yang dikendalikan PHE lewat anak usahanya, PT Pertamina Internasional EP (PIEP).
Sepanjang 2024, unit bisnis internasional Pertamina itu menorehkan lifting minyak 111% dari target, dengan kontribusi utama berasal dari partisipasi minor di sejumlah blok tersebar di Irak, Gabon dan Angola.
Sementara itu, produksi gas perseroan mencapai 151% dari target berasal dari aset di Aljazair, Malaysia, dan Tanzania. Menurut keterangan manajemen, total produksi migas setara minyak PIEP mencapai 221 ribu barel per hari atau 120% dari target RKAP 2024.
(dov/frg)





























