Senada, tren positif juga terjadi pada saham LQ45 berikut uaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melejit 1,54% di posisi Rp4.630/saham, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat 1,25% di posisi Rp22.200/saham, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatat penguatan 0,96% di posisi Rp2.100/saham.
Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh penurunan saham. Di antaranya adalah sebagai berikut.
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 16,33 poin
- Bumi Resources (BUMI) mengurangi 11,46 poin
- Impack Pratama Industri (IMPC) mengurangi 11,33 poin
- VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) mengurangi 8,84 poin
- XLSmart (EXCL) mengurangi 7,02 poin
Menyitir riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup melemah 1,06% menyusul potensi downgrade pasar saham Indonesia ke Frontier Market oleh MSCI. Beberapa institusi asing juga menurunkan peringkat Indonesia, sehingga kembali memicu terjadinya sell–off dan sempat membuat terjadinya trading halt selama 30 menit di sesi perdagangan pertama.
“Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam. Namun kemudian terjadi bargain hunting sehingga pelemahan IHSG berkurang,” papar Phintraco dalam riset hariannya.
Secara teknikal, setelah sempat menembus level MA–200 dan melemah hingga level 7.481, IHSG mengalami technical rebound sehingga ditutup di atas level MA–200.
“Namun momentum pelemahan diperkirakan masih dominan yang diperlihatkan dari indikator MACD.”
Sehingga, lanjut Phintraco, selama IHSG diprediksi bertahan di atas level 8.000 maka berpeluang bergerak di rentang 8.200-8.400.
Namun jika IHSG kembali bergerak melemah menembus ke bawah 8.000, maka rasanya akan kembali menguji level 7.770 dengan support selanjutnya 7.600-7.500.
Panin Sekuritas menyebut IHSG berhasil bertahan di atas support 7.355-7.450, kemudian menguat dan ditutup di atas angka psikologis 8.000.
“Stochastic golden cross di area oversold. IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat yaitu MA–5 di 8.590 sampai dengan MA–50 di 8.680,” sebut analisis Panin Sekuritas.
(fad)





























