Logo Bloomberg Technoz

Purbaya menambahkan kejatuhan IHSG tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia. Sebab fundamental ekonomi Indonesia cukup bagus dan perbaikan terus dilakukan apalagi kordinasi fiskal dan moneter dengan Bank Indonesia (BI) kian padu.

Perbaya menunjukkan salah satu indikator adalah pertumbuhan M0 (uang primer) yang sudah tumbuh sesuai harapan. BI melapirkan M0 sepanjang Desember 2025 tumbuh 16,8% secara tahunan atau year on year, naik bulan sebelumnya yang tumbuh 13,3%.

“Jadi harusnya M0 akan tumbuh dua digit dalam waktu tidak terlalu lama,” ungkap Purbaya ketika ditemui di Istana Negara, Rabu (28/1/2026).

Fundamental Ekonomi Bagus

Purbaya menambahkan dari sisi pendapatan fiskal, kemenkeu akan memperbaiki cara negara mengumpulkan pajak dan cukai sehingga hasilnya akan lebih optimal tanpa harus menarikkan tarif pajak atau cukai.

“Nah terus nanti kita mendorong semua Kementerian/Lembaga untuk belanja tepat waktu, tepat sasaran. Habis itu kita perbaiki juga dari sidang-sidang debottlenecking, akan kita perbaiki iklim investasi,” ungkapnya.

“Dan itu enggak main-main, kita baru dua kali sidang kan, baru empat kasus. Ke depan akan ada kasus-kasus besar yang masuk situ yang akan bisa menunjukkan bahwa Indonesia serius memperbaiki iklim investasi.”

Purbaya meyakini dengan kondisi ini maka pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 6%.

“Jadi kalau bursa saham jatuh gara-gara itu (MSCI), dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum bulan Mei harusnya sekarang a good time to buy,” terang Purbaya

(roy)

TAG

No more pages

Artikel Terkait