Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan tersebut membuat harga emas naik tujuh hari beruntun. Selama tujuh hari tersebut, harga melejit hampir 13%.

Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi bahan bakar bagi laju harga emas. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) anjlok 1,26% ke 95,816. Ini menjadi yang terendah sejak 31 Januari 2022 atau hampir empat tahun terakhir.

Presiden AS Donald Trump seakan tidak menggubris pelemahan mata uang negaranya. Di hadapan para wartawan di Iowa, Trump menyebut dolar sedang baik-baik saja. Menurutnya, wajar jika nilai mata uang mengalami fluktuasi.

“Tidak, saya rasa (dolar AS) bagus. Saya rasa nilai dolar, lihat apa yang sedang kita lakukan. Dolar sedang bagus. Saya ingin dolar AS mencari nilainya, tidak apa-apa,” tegas Trump, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Pemerintahan Trump dikenal agresif dalam kebijakan luar negeri. Trump ingin agar neraca perdagangan AS dengan berbagai negara lebih seimbang, defisit di sisi AS ingin ditekan.

Ini tentu dilakukan dengan menggenjot kinerja ekspor. Pelemahan mata uang akan membuat ekspor AS lebih kompetitif, karena produk made in the USA menjadi lebih terjangkau di pasar luar negeri.

Namun, emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika mata uang Negeri Adidaya terdepresiasi, maka emas jadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

(aji)

No more pages