Logo Bloomberg Technoz

Emas vs Saham, Apa Bedanya & Mana yang Lebih Profitable?

Referensi
27 January 2026 12:28

Karyawan menata emas perhiasan di Toko Mas Bintang Timur, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menata emas perhiasan di Toko Mas Bintang Timur, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, dua instrumen masih menjadi primadona utama: emas dan saham.

Keduanya sama-sama populer, namun memiliki karakteristik, risiko, dan potensi keuntungan yang sangat berbeda. Perbedaan inilah yang membuat calon investor perlu memahami dengan cermat sebelum menentukan pilihan.

Emas dikenal sebagai aset klasik yang tahan uji waktu. Sementara saham merepresentasikan kepemilikan atas sebuah perusahaan dengan potensi pertumbuhan nilai yang lebih agresif. Lantas, di antara emas dan saham, mana yang paling menguntungkan dan sesuai dengan profil risiko investor? berikut ulasannya yang dirangkum Bloomberg Technoz dari berbagai sumber.

Emas vs Saham dalam Perspektif Investasi

Emas dan saham sama-sama berfungsi sebagai instrumen investasi, tetapi perannya dalam portofolio keuangan sangat berbeda. Emas sering digunakan sebagai alat lindung nilai, sedangkan saham menjadi pilihan utama untuk mengejar pertumbuhan aset.

“Emas merupakan instrumen yang low risk dan dikenal sebagai safe haven sekaligus pelindung kekayaan.”

Pernyataan tersebut menggambarkan posisi emas yang cenderung stabil, terutama saat kondisi ekonomi global bergejolak.

Tingkat Likuiditas Aset

Likuiditas menjadi faktor penting dalam menentukan fleksibilitas investasi.

Likuiditas Emas

Emas tergolong aset yang sangat likuid. Investor dapat dengan mudah menjual emas dan mengonversinya menjadi uang tunai kapan saja. Inilah yang membuat emas sering dijadikan cadangan dana darurat.

Likuiditas Saham

Saham juga memiliki tingkat likuiditas yang baik, khususnya saham yang diperdagangkan di bursa utama seperti Bursa Efek Indonesia. Namun, likuiditas saham sangat bergantung pada volume transaksi dan selisih harga jual dan beli di pasar.

Wujud dan Bentuk Kepemilikan

Perbedaan emas dan saham juga terlihat dari bentuk fisiknya.

Saham sebagai Surat Berharga

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Investor saham berhak atas dividen, aset, serta suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Kepemilikan ini umumnya tercatat secara digital melalui sistem bursa.

Emas sebagai Aset Fisik

Emas investasi biasanya berbentuk batangan atau perhiasan. Emas batangan lebih diminati karena nilainya lebih optimal dan tidak tergerus biaya pembuatan. Saat ini, emas digital juga semakin populer karena praktis dan minim risiko penyimpanan.

Sifat dan Risiko Investasi

Risiko menjadi pembeda utama antara emas dan saham.

Risiko Rendah pada Emas

Nilai emas cenderung stabil dan bahkan berpotensi naik di tengah ketidakpastian global. Meski harga emas bisa turun, aset ini tetap memiliki nilai intrinsik dan dapat dikonversi menjadi mata uang kapan saja.

Fluktuasi Tinggi Saham

Berbeda dengan emas, saham memiliki volatilitas tinggi. Nilainya bisa naik tajam atau turun drastis tergantung kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, hingga sentimen pasar. Risiko ini sebanding dengan potensi keuntungan yang ditawarkan.

Potensi Imbal Hasil

Return investasi menjadi pertimbangan utama bagi banyak investor.

Return Stabil dari Emas

Emas menawarkan imbal hasil yang relatif stabil, meski cenderung lebih rendah dibanding saham. Kenaikan harga emas biasanya terjadi secara bertahap dalam jangka panjang.

Return Tinggi dari Saham

Saham memiliki potensi imbal hasil yang lebih besar. Investor bisa memperoleh keuntungan signifikan jika membeli dan menjual saham pada waktu yang tepat. Namun, dibutuhkan riset dan analisis mendalam untuk meminimalkan risiko kerugian.

Jangka Waktu Investasi

Tujuan waktu investasi turut menentukan pilihan instrumen.

Saham untuk Fleksibilitas

Saham dapat memberikan keuntungan dalam jangka pendek maupun panjang, tergantung strategi dan momentum pasar. Investor aktif sering memanfaatkan fluktuasi harga untuk meraih capital gain.

Emas untuk Ketahanan Nilai

Emas lebih ideal sebagai investasi jangka panjang. Nilainya cenderung meningkat seiring waktu dan dapat dicairkan kapan saja saat dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat.

Pilihan Tepat untuk Investor Pemula

Bagi investor pemula, emas sering dianggap sebagai pintu masuk paling aman ke dunia investasi. Risikonya relatif rendah, pergerakan harga lebih stabil, dan tidak memerlukan analisis pasar yang kompleks.

Saham tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang siap menghadapi risiko lebih tinggi demi potensi keuntungan yang lebih besar. Namun, pemahaman dasar dan tujuan investasi yang jelas menjadi kunci utama sebelum terjun ke pasar saham.

Emas dan saham memiliki keunggulan masing-masing. Tidak ada instrumen yang sepenuhnya lebih baik, karena pilihan terbaik bergantung pada tujuan finansial, profil risiko, dan jangka waktu investasi. Bagi pemula, emas bisa menjadi langkah awal yang aman, sementara saham cocok bagi investor yang ingin mengembangkan aset secara agresif dengan perhitungan matang.