Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Turun di Tengah Gejolak Isu Aneksasi Greenland

News
21 January 2026 08:03

Anjungan pengeboran minyak lepas pantai./Bloomberg-Mauricio Palos
Anjungan pengeboran minyak lepas pantai./Bloomberg-Mauricio Palos

Yongchang Chin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia mengalami penurunan seiring upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menganeksasi Greenland yang memicu kegelisahan di pasar global yang lebih luas.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) jatuh ke bawah level US$60 per barel setelah sempat menguat di awal pekan, sementara minyak Brent ditutup di kisaran US$65. Langkah agresif Amerika untuk menguasai wilayah Arktik tersebut telah menimbulkan keraguan atas aliansi AS-Uni Eropa, yang menggerus selera investor terhadap aset berisiko, termasuk komoditas seperti minyak dan tembaga.


Harga minyak mentah tetap berada di bawah tekanan menyusul ekspektasi bahwa pasokan akan melampaui permintaan tahun ini. Badan Energi Internasional (IEA)—yang dijadwalkan merilis prospek bulanan pada Rabu sore—memprediksi akan terjadi surplus besar.

Selain itu, ekspor Venezuela juga menjadi fokus pasar. Para pelaku pasar tengah memantau ke mana aliran minyak tersebut akan dialihkan setelah intervensi AS, mengingat sebelumnya sebagian besar minyak Venezuela dikirim ke China.