Logo Bloomberg Technoz

"Pemanggilan terhadap Meta terkait isu ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam melindungi data pribadi masyarakat dan menjaga keamanan ruang digital nasional," ujar Sabar.

Lanjut dia, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, dan tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan akun digital masing-masing.

Sabar mengklaim Kemkomdigi RI bakal terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah yang diperlukan guna memastikan keamanan sistem elektronik, serta pelindungan data pribadi (PDP) masyarakat Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, data pribadi sekitar 17,5 juta pengguna (user) Instagram diduga bocor dan beredar di situs gelap (dark web). Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait privasi user dan keamanan platform, Daily Mail melaporkan pada Sabtu (10/1/2026).

Perusahaan keamanan siber Malwarebytes mengungkapkan dugaan kebocoran data tersebut meliputi nama pengguna, nama lengkap, alamat surat elektronik (e-mail), nomor telepon, sampai sebagian alamat fisik serta informasi kontak lainnya, menurut laporan Daily Mail. Meskipun tak ada password yang disertakan, para ahli memperingatkan data yang tersebar masih bisa digunakan untuk pencurian identitas atau penipuan keuangan.

Berdasarkan publikasi CyberInsider, dugaan pelanggaran keamanan itu pertama kali terkait adanya kerentanan antarmuka pemrograman aplikasi (application programming interface/API) Instagram pada 2024 lalu.

Dalam laporannya, para peretas (hacker) diduga berhasil melewati sistem perlindungan standar Meta dan mengambil data sensitif, sebelum pihak yang diidentifikasi bernama alias "Solonnik" mempublikasikan catatan tersebut di BreachForums pada Rabu (7/1/2026) dan menawarkan kumpulan data secara gratis.

"Kebocoran data sebesar ini secara signifikan meningkatkan risiko kampanye phishing dan penipuan yang ditargetkan," kata para ahli kepada Malwarebytes.

Seusai pelanggaran keamanan tersebut, para pengguna di beberapa wilayah melaporkan telah menerima sejumlah besar e-mail berisikan pengaturan ulang kata sandi yang tak biasa, sehingga memicu kekhawatiran akan adanya akun yang diretas.

(far/ros)

No more pages