Logo Bloomberg Technoz

Danantara Klaim Bisa Pulihkan Kinerja Saham Fundamental 2026

Recha Tiara Dermawan
13 January 2026 08:52

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Danantara mengklaim bisa menempatkan perannya sebagai salah satu penggerak utama momentum kebangkitan kinerja saham-saham fundamental di pasar modal pada 2026. Hal ini dilakukan seiring indeks saham unggulan LQ45 melemah dibandingkan indeks saham utama di kawasan pada tahun lalu.

Laporan Danantara Economic Outlook 2026 memaparkan bahwa tahun 2025 diposisikan sebagai tahun 'reset' bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di mana pemerintah mengidenfikasi dan menghadapi berbagai tantangan BUMN secara terbuka.

"Sementara itu, 2026 disebut sebagai fase pembuktian eksekusi, ketika pasar mulai menuntut hasil nyata dari restrukturisasi dan konsolidasi yang telah dijalankan," demikian tertulis dalam laporan Danantara Economic Outlook 2026, dikutip Selasa (13/1/2026).


Menurut laporan tersebut, Danantara bisa menjadi penggerak kebangkitan kinerja saham fundamental melalui Danantara Asset Management dan Danantara Investment Management. Kedua lembaga ini menyatakan fokus pada perbaikan keberlanjutan operasional, disiplin neraca, serta konsolidasi BUMN.

Langkah ini dinilai penting untuk memperbaiki kualitas laba dan ketahanan fundamental emiten BUMN yang selama ini mendominasi saham-saham unggulan di pasar.