PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memenangkan lelang WK Lavender sebab perusahaan migas pelat merah itu sudah melakukan joint study di WK tersebut.
Selain itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd ditetapkan menjadi pengelola WK migas Perkasa dan baru saja meneken kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC).
Setelah itu, Kementerian ESDM membuka lelang 9 blok migas pada penawaran tahap II.
Sembilan blok migas yang dilelang terdiri atas; Blok Jalu, Blok Southwest Andaman, Blok Karunia, Blok Delapan Muaro, Blok Barong, Blok Drawa, Blok Bintuni, Blok Gagah, dan Blok Abar Anggursi.
Terbaru, pada akhir 2025 Kementerian ESDM membuka lelang 8 WK pada Senin (22/12/2025). Tiga WK ditawarkan lewat penawaran langsung di antaranya WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo.
Sementara itu, lima blok sisanya ditawarkan lewat lelang reguler yakni WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I dan WK Akimeugah II.
Adapun, Kementerian ESDM akan melalang 75 blok migas secara serempak mulai tahun ini. Awalnya, Kementerian ESDM menargetkan lelang skala besar tersebut dibuka tahun lalu.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menargetkan lelang serempak blok migas itu dapat meningkatkan kegiatan eksplorasi dan pengembangan di Tanah Air nantinya.
“Kita mengharapkan tahun depan itu justru ini kita buka semua,” kata Yuliot kepada wartawan di sela seremoni Grand Launching of Indonesia Oil and Gas Exploration di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Di sisi lain, Yuliot menambahkan, kementeriannya dapat menawarkan blok migas kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lewat skema penugasan tanpa lelang.
“Sehingga siapa yang berminat untuk masing-masing wilayah kerja, ini kita akan fasilitasi apakah mekanismenya melalui lelang atau modelnya adalah penugasan,” tuturnya.
(azr/naw)






























