Logo Bloomberg Technoz

BNI Berkontribusi dalam Penyerahan Huntara Danantara Aceh Tamiang


(Dok. BNI)
(Dok. BNI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Upaya percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang terus menunjukkan perkembangan nyata melalui kolaborasi lintas lembaga. PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk atau BNI turut berpartisipasi dalam serah terima 600 unit Hunian Danantara atau huntara tahap pertama di Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini menjadi bagian dari langkah terpadu untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat terdampak bencana.

Penyerahan huntara tersebut berada di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara. Inisiatif ini menegaskan peran aktif BUMN dalam mendukung pemerintah mempercepat penanganan pascabencana, khususnya pada aspek pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang aman dan bermartabat.

Hunian Danantara dirancang sebagai solusi sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana alam. Program ini sekaligus menjadi bagian dari target nasional pemerintah dalam menyediakan 15.000 unit hunian bagi korban bencana di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Melalui program ini, negara hadir untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara manusiawi dan berkelanjutan.

BNI mengambil peran strategis dalam pembangunan huntara di Aceh Tamiang. Kontribusi tersebut merupakan bagian dari sinergi BUMN yang berada di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Keterlibatan BNI menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda kemanusiaan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa BNI berkontribusi signifikan pada tahap pertama pembangunan huntara. “BNI turut berkontribusi dalam pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang. Dari total 600 unit huntara tahap pertama, BNI berpartisipasi sekitar 20 persen atau 120 unit hunian, sebagai bagian dari sinergi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Serah terima huntara tersebut menandai kesiapan hunian untuk segera ditempati warga yang kehilangan tempat tinggal. Acara ini turut dihadiri Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas, serta perwakilan BUMN yang terlibat dalam pembangunan hunian tahap pertama, termasuk Area Head BNI Aceh dan sekitarnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan dalam proses serah terima mencerminkan komitmen bersama untuk memastikan hunian darurat benar-benar siap huni. Huntara tidak hanya difokuskan sebagai tempat berteduh sementara, tetapi juga dirancang untuk mendukung pemulihan sosial masyarakat yang terdampak bencana.

Sebelumnya, kesiapan Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran pimpinan Danantara Indonesia. Peninjauan dilakukan pada Kamis, 1 Januari 2026, sebagai bentuk perhatian langsung pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan pascabencana.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta Managing Director Stakeholder Management Rohan Hafas. Turut hadir pula pimpinan BUMN terkait, termasuk Direktur Information Technology BNI Toto Prasetio, yang memastikan kesiapan infrastruktur pendukung hunian.

Fasilitas Lengkap dan Komitmen Pendampingan

Hunian Danantara di Aceh Tamiang dibangun dengan memperhatikan kelayakan dan kenyamanan penghuni. Setiap kawasan huntara dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu warga menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Fasilitas yang tersedia mencakup taman bermain bagi anak-anak, jaringan WiFi, musala, serta fasilitas umum lainnya. Selain itu, sarana sanitasi yang memadai juga disediakan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan hunian. Dengan dukungan fasilitas tersebut, huntara diharapkan mampu menjadi ruang hidup yang aman dan nyaman.

Pembangunan hunian dilakukan melalui kolaborasi BUMN karya yang terkoordinasi dengan baik. PT Hutama Karya Persero ditunjuk sebagai koordinator pelaksana pembangunan. Lokasi huntara berada di Jalan Banda Aceh Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Koordinasi lintas BUMN ini memastikan proses pembangunan berjalan sesuai standar dan tepat waktu. Setiap pihak memiliki peran masing-masing, mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga penyediaan fasilitas pendukung, sehingga hunian dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.

BNI menegaskan bahwa keterlibatannya tidak berhenti pada tahap pembangunan dan serah terima hunian. Ke depan, BNI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan seiring berjalannya tahapan pemulihan pascabencana. Pendampingan ini ditujukan agar rehabilitasi masyarakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui sinergi dengan Danantara Indonesia dan BUMN lainnya, BNI berharap program Hunian Danantara dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran huntara diharapkan menjadi jembatan menuju fase hunian permanen sekaligus mendukung pemulihan ekonomi dan sosial warga terdampak.

Partisipasi BNI dalam program ini juga mencerminkan peran BUMN sebagai agen pembangunan dan pelaksana nilai kemanusiaan. Dengan mengedepankan kolaborasi dan keberlanjutan, BNI berupaya memastikan setiap inisiatif sosial yang dijalankan memberikan manfaat jangka panjang.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan kemanusiaan dan program sosial BNI dapat diakses melalui situs resmi BNI di www.bni.co.id. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari ekosistem Danantara Indonesia yang dapat diakses melalui www.danantaraindonesia.co.id, sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Melalui langkah-langkah ini, BNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi krisis. Kolaborasi pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang menjadi contoh nyata bagaimana sinergi BUMN dapat berkontribusi langsung pada pemulihan pascabencana dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.