Logo Bloomberg Technoz

"Pagi ini banyak orang terlalu fokus pada putusan Mahkamah Agung dan mungkin dengan cepat mengabaikan data tenaga kerja dengan sikap 'biasa saja,'" ujarnya. "Setelah diketahui tidak ada putusan, banyak yang kembali melihat data tenaga kerja dan menganggapnya sedikit positif. Tidak buruk, tidak bagus juga, tapi sedikit positif."

Malek memperkirakan reli pemulihan akan singkat, begitu investor mengalihkan fokus mereka kembali pada defisit.

Semua mata tertuju pada pasar tenaga kerja, menurut David Lebovitz dari JPMorgan Asset Management, yang memiliki pandangan lebih optimistis terhadap tahun mendatang.

"Pasar yang stabil seharusnya memungkinkan perkiraan pertumbuhan di atas tren untuk terwujud dan disinflasi lebih lanjut. Tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin, pas," jelasnya. "Kami tidak berpikir AI adalah gelembung, dan memperkirakan penerapan teknologi ini—serta keuntungan terkait—akan meluas sepanjang tahun 2026."

Menurut data dari JPMorgan Securities, aksi beli besar-besaran oleh para pelaku pasar ritel yang membantu melindungi pasar dari penurunan yang lebih besasr berlanjut hingga tahun baru.

Laporan tenaga kerja AS pada Jumat memperkuat taruhan Wall Street bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga di level saat ini untuk jangka pendek. Imbal hasil obligasi Treasury dua tahun naik sekitar 4 basis poin menjadi 3,53%.

Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja yang dirilis pada Jumat menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja di sektor non-pertanian meningkat sebesar 50.000 pada Desember. Tingkat pengangguran bulan lalu sebesar 4,4%, turun dari 4,6% pada November. Para ekonom memperkirakan ada 70.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran sebesar 4,5%.

Kepala Strategi Pasar B Riley Wealth, Art Hogan menyebut laporan tersebut beragam. "Kami terus melihat lingkungan di mana perusahaan lambat dalam merekrut dan lambat dalam memberhentikan karyawan. Pesan utama dari laporan ini bahwa ada lebih banyak kabar baik daripada kabar buruk dalam laporan tenga kerja pertama yang tepat waktu dalam tiga bulan terakhir."

Pelaku pasar swap masih memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed sebesar setengah persentase poin pada 2026, di mana penurunan pada Januari sebagian besar tidak mungkin terjadi.

"Tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%, hal positif mengingat kenaikan sebelumnya menjadi kekhawatiran utama dan indikator pelemahan pasar tenaga kerja selama setahun terakhir. Di sisi negatif, revisi mengungkap lebih sedikit lapangan kerja yang tercipta dari perkirakan sebelumnya. Sektor swasta menanggung dampak terberat dari penurunan tersebut," papar Jeff Schulze, Kepala Strategi Ekonomi dan Pasar ClearBridge Investments.

"Hasil ini seharusnya membuat The Fed tetap mempertahankan suku bunganya untuk saat ini, meski komite akan tetap waspada terhadap tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja lebih lanjut."

Bagi Karen Georges, manajer investasi dari Ecofi Investissements di Paris, data tersebut "bukan bencana dan pasar berpendapat bahwa The Fed akan puas dengan angka-angka yang biasa-biasa saja ini untuk saat ini." 

Perdagangan obligasi 10 tahun terjebak dalam kisaran 10 bps selama bulan lalu. (Bloomberg)

Suku bunga acuan obligasi 10 tahun sedikit berubah ke 4,16%, di mana investor obligasi tetap dalam mode wait and see. Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam sebulan, sedangkan yen melemah paling tajam di antara mata uang G-10.

(bbn)

No more pages