Jika terwujud, maka akan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Stok juga akan mengalami kenaikan selama 10 bulan beruntun.
“Secara umum, sulit bagi CPO untuk bangkit secara signifikan dalam situasi seperti ini,” ujar Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga CPO untuk hari ini, Jumat (9/1/2025)? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI CPO belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 91. Sudah di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga CPO berisiko turun. Meski sepertinya koreksi akan relatif terbatas.
Target support terdekat ada di MYR 4.040/ton. Jika tertembus, maka ada kemungkinan harga akan menguji support lanjutan di rentang MYR 4.025-4.022/ton.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di MYR 3.951/ton.
Andai harga CPO masih bisa naik lagi, maka MYR 4.055/ton akan menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga ke kisaran MYR 4.060-4.066/ton.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah MYR 4.116/ton.
(aji)




























