Sebelumnya, Unilever Indonesia memutuskan melepas bisnis teh bermerek Sariwangi sebagai bagian dari penataan ulang portofolio usaha. Transaksi tersebut memiliki nilai setara sekitar 45% dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025.
Meski bernilai signifikan, kontribusi bisnis teh terhadap kinerja UNVR relatif terbatas. Aset bisnis Sariwangi hanya sekitar 2,5% dari total aset, dengan porsi laba bersih sekitar 3,1% dan pendapatan usaha sekitar 2,7% dari keseluruhan kinerja perseroan.
UNVR menyatakan pelepasan Sariwangi merupakan bagian dari strategi fokus pada segmen inti, sejalan dengan langkah sebelumnya yang juga melepas bisnis margarin dan es krim. Transaksi penjualan Sariwangi dikategorikan sebagai transaksi material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
(dhf)





























