"Kebisingan geopolitik cepat mereda," kata Dilin Wu, analis dari Pepperstone Group Ltd. "Kejadian mendadak di Venezuela gagal berdampak signifikan pada aset berisiko global, memperkuat kecenderungan pasar untuk menilai guncangan geopolitik secara singkat dan mencernanya dengan cepat."
Para pelaku pasar kini kembali fokus pada arah suku bunga, kondisi likuiditas, dan perbedaan fundamental, daripada risiko berita utama Venezuela.
Sinyal awal menunjukkan bahwa sebagian besar pasar minyak global akan menghadapi pergerakan ini dengan tenang.
Infrastruktur minyak Venezuela tidak terpengaruh, menurut sumber yang mengetahui, setelah AS melancarkan serangkaian serangan ke Caracas dan negara bagian lain. Fasilitas utama seperti Pelabuhan Jose, kilang Amuay, dan wilayah minyak di Orinoco Belt masih beroperasi.
"Penangkapan Maduro dapat menciptakan sentimen risk-off jangka pendek di pasar Asia, terutama melalui kenaikan harga minyak dan peningkatan premi risiko geopolitik," jelas Jung In Yun, CEO Fibonacci Asset Management Global, Singapura.
"Kami tidak berpikir situasi ini akan berkembang menjadi krisis minyak yang berkepanjangan, dan ini seharusnya hanya menjadi hambatan sentimen jangka pendek."
Investor juga akan memantau imbal hasil obligasi Treasury AS, yang dapat membebani saham jika naik terlalu cepat. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik dua basis poin menjadi 4,19% pada penutupan Jumat, sementara imbal hasil Treasury 30 tahun melesat tiga basis poin menjadi 4,87% setelah menyentuh level tertinggi sejak September.
Pertanyaannya, apakah peristiwa di Venezuela menambah daya tarik utang AS dengan meningkatkan risiko atau mengurangi permintaan terhadapnya dengan meningkatkan kekhawatiran akan inflasi atau kebijakan fiskal AS.
"Dari perspektif pasar, kami akan berhati-hati agar tidak terlalu aktif bertransaksi" saat pasar dibuka pada Senin, tulis Marko Papic, kepala strategi BCA Research, dalam catatannya. "Pengerahan pasukan darat secara besar-besaran sangat tidak mungkin. Oleh karena itu, belanja fiskal tidak akan terpengaruh dan imbal hasil obligasi seharusnya tidak naik."
Dalam catatan yang diterbitkan pada Minggu, Kim Wallace dari 22V Research menilai penangkapan Maduro menjamin "awal yang dinamis" bagi kebijakan Washington sebagai faktor dalam analisis risiko makro. Pertanyaan yang lebih relevan: apakah gejolak kebijakan tahun 2026 membawa risiko atau peluang nyata bagi pelaku pasar, atau hanya lonjakan risiko sementara yang akan segera mereda.
Di sisi lain, Gubernur Federal Reserve Bank of Philadelphia Anna Paulson mengatakan pemotongan suku bunga tambahan yang moderat mungkin tepat dilakukan pada akhir 2026, tetapi hasil tersebut bergantung pada prospek ekonomi yang positif.
Investor saham AS memulai 2026 dengan hati-hati pada Jumat, mengangkat indeks acuan secara moderat pada hari perdagangan pertama tahun ini. Saham di Asia mencatatkan awal terbaik pada tahun baru sejak 2012, didorong oleh perusahaan teknologi.
"Saham mungkin akan mengabaikan berita utama meski volatilitas meningkat, di mana suku bunga dan katalis spesifik AS pada akhirnya akan menentukan arah pasar pada 2026," kata Dave Mazza, CEO Roundhill Investments.
Data ekonomi penting juga akan membentuk pekan depan. Selain laporan tenaga kerja Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis angka lowongan kerja, pengunduran diri, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) November.
Survei Desember dari Institute for Supply Management (ISM) terhadap produsen dan penyedia jasa juga akan memberikan petunjuk tentang lapangan kerja di sektor-sektor tersebut.
Pada akhir pekan, pemerintah AS akan melaporkan data pembangunan perumahan Oktober, sementara Universitas Michigan akan merilis indeks sentimen konsumen awal Januari.
Beberapa pergerakan utama di pasar:
Saham
S&P 500 naik 0,1% pada pukul 09.25 waktu Tokyo
Hang Seng relatif stabil
Indeks Topix Jepang naik 1,6%
Indeks S&P/ASX 200 Australia relatif stabil
Euro Stoxx 50 naik 0,4%
Mata Uang
Indeks Dolar Spot Bloomberg sedikit berubah
Euro sedikit berubah menjadi US$1.1710
Yen Jepang turun 0,2% menjadi 157,10 per dolar
Yuan offshore sedikit berubah ke 6,9743 per dolar
Kripto
Bitcoin naik 0,5% menjadi US$91.723,48
Ether sedikit berubah menjadi US$3.145,19
Obligasi
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun sedikit berubah menjadi 4,19%
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 2,060%
Imbal hasil obligasi pemerintah Australia bertenor 10 tahun sedikit berubah menjadi 4,84%
Komoditas
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,1% menjadi US$57,39 per barel
Emas spot naik 1,2% menjadi US$4.384,37 per troy ons
(bbn)






























