Logo Bloomberg Technoz

Adapun pemegang 1,99 miliar atau setara 85,04% saham NELY saat ini adalah PT Haskojaya Abadi.

Pengusaha nasional dari industri kayu, Aris Sunarko, sempat menjadi pemegang 5,99% saham NELY. Namun, namanya saat ini tidak lagi muncul dalam daftar pemegang saham terbaru.

Disorot BEI

BEI sempat menyoroti pergerakan harga saham NELY, yang dinilai bergerak terlalu volatil.

Puncaknya, pada pertengahan Desember tahun lalu, BEI mengirim permintaan konfirmasi terhadap manajemen NELY terkait pergerakan tersebut.

Sejumlah pertanyaan disampaikan, mulai dari informasi atau fakta material yang bisa mempengaruhi pergerakan harga saham hingga soal rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Corporate Secretary NELY Ria Novriani Putri kala itu memberikan respons, jika pemegang Saham Utama tidak memiliki rencana apapun terkait kepemilikan saham selain hal yang umum
dilakukan.

Jika ditarik ke belakang, harga saham NELY di awal 2025 ada di kisaran Rp442/saham. Harga kemudian masuk dalam tren turun, dengan level terendah Rp334/saham pada 7 Agustus 2025.

Sejak tanggal tersebut, saham NELY tak pernah lagi menyentuh kisaran Rp400/saham.

Namun, pada 11 Desember 2025, saham NELY mendadak lompat ke level Rp428/saham. Pada 2 Januari 2026, saham NELY bahkan ditutup di level Rp464/saham.

***Disclaimer: Artikel ini hanya merupakan informasi, bukan ajakan atau rekomendasi atas saham tertentu. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca. Bloomberg Technoz tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin muncul dari keputusan tersebut.

(red)

No more pages