Sementara itu, pengadaan beras nasional hingga 31 Desember 2025 tercatat mencapai 3.191.969 ton. Pengadaan tersebur berasal dari penyerapan gabah kering panen (GKP) sebanyak 4.537.490 ton, gabah kering giling (GKG) sebanyak 6.863 ton, dan beras sebanyak 765.504 ton.
Selain beras, BULOG juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri dari 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton dari skema komersial.
Dari sisi distribusi BULOG telah menyalurkan Bantuan Pangan hampir 785 ribu ton guna melindungi masyarakat rentan. Kemudian, penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras mencapai 795 ribu ton, serta SPHP Jagung sebesar 51.211 ton.
Dari sisi cadangan, Ahmad Rizal menyebut hingga akhir 2025 stok PSO BULOG tercatat mencapai 3,25 juta ton, melanjutkan tren positif setelah sempat mencapai sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025.
BULOG juga telah menyalurkan bantuan pangan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatra, meliputi Aceh 8.676 ton, Sumatra Utara 4.482 ton, dan Sumatra Barat 1.069 ton.
“Ketahanan pangan juga berarti kesiapan negara hadir dalam kondisi darurat. BULOG memastikan bantuan tersedia secara cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya.
(ell)

































