Logo Bloomberg Technoz

21 Provinsi di Iran Lumpuh, Demonstran Teriakkan: Mati Khamenei!

Redaksi
02 January 2026 07:05

Warga Iran membentangkan bendera negara dan poster Ayatollah Ali Khamenei. (Bloomberg)
Warga Iran membentangkan bendera negara dan poster Ayatollah Ali Khamenei. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Iran dilaporkan hampir lumpuh karena bisnis, universitas, dan kantor pemerintah ditutup atas perintah yang dikeluarkan pemerintah di tengah protes akibat krisis politik dan ekonomi yang semakin meningkat.

Fox News melaporkan penutupan satu hari tersebut berdampak pada 21 dari 31 provinsi Iran, termasuk Teheran, saat Presiden Masoud Pezeshkian berupaya meredam meningkatnya amarah publik yang dipicu oleh inflasi, ketidakstabilan mata uang rial, dan penurunan standar hidup.

Rekaman video yang beredar di internet dan dibagikan oleh Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (MEK) menunjukkan bentrokan hebat antara demonstran dan pasukan keamanan di berbagai kota, termasuk Shiraz, Isfahan, Kermanshah, dan Teheran.


Dalam video tersebut, para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan berhadapan dengan pasukan keamanan di jalan-jalan yang ramai.

Rekaman tersebut menampilkan adegan teriakan dan tembakan senjata api, di mana demonstran melemparkan benda-benda dan berteriak, "Matilah Diktator" dan "Arakis yang bangga, dukung, dukung!"