Keputusan AS untuk memberlakukan tarif menyeluruh sebesar 15% terhadap barang-barang Korea dinilai lebih meringankan dibandingkan bea masuk yang lebih tinggi pada musim semi lalu. Meski demikian, level pajak ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelum Donald Trump memulai masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS.
Permintaan kuat yang berkaitan dengan Kecerdasan Buatan (AI) terus menyokong performa ekspor Korsel. Hal ini mempertegas betapa besarnya ketergantungan ekonomi negara tersebut terhadap siklus global industri semikonduktor.
Data perdagangan yang solid ini juga mengikuti keputusan Bank Sentral Korsel atau Bank of Korea (BOK) pada akhir November lalu untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 2,5%. Langkah ini diambil saat para pembuat kebijakan berupaya menyeimbangkan upaya mendukung ekonomi dengan risiko stabilitas keuangan.
Gubernur BOK Rhee Chang Yong menyatakan bahwa para anggota dewan masih terbelah pandangan mengenai prospek jangka pendek. Kondisi ini menunjukkan sikap hati-hati bank sentral terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut.
Mengingat kontribusi ekspor mencapai lebih dari 40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), ketahanan di akhir tahun ini memberikan ruang bagi bank sentral untuk tetap bersabar sembari memantau berbagai risiko, mulai dari utang rumah tangga hingga volatilitas mata uang.
(bbn)






























