Logo Bloomberg Technoz

Investor yang mencari cara paling mutakhir untuk memanfaatkan tren kecerdasan buatan ramai memburu saham-saham “pick-and-shovel”. Perusahaan penyimpanan data mendominasi kinerja S&P 500 tahun ini, dengan Sandisk Corp menjadi saham berkinerja terbaik setelah melonjak hampir 580%. Saham tersebut relatif stabil pada perdagangan tengah hari.

“Dalam beberapa pekan terakhir, pasar terus bergerak naik dengan kepercayaan diri yang tenang meski sesi perdagangan dipersingkat libur,” tulis Kepala Teknisi Pasar Piper Sandler & Co, Craig Johnson, dalam catatannya. Ia menambahkan bahwa “lebar pasar terus membaik, indikator tren tetap konstruktif, dan volatilitas telah menembus level penopang utama.”

Pada berita lain, saham Warner Bros. Discovery Inc naik 0,5% seiring laporan bahwa perusahaan kembali berencana menolak tawaran akuisisi dari Paramount Skydance Corp. Dewan direksi Warner Bros dijadwalkan menggelar rapat pekan depan. Sementara itu, saham Netflix Inc, yang juga pernah mengajukan minat pada Warner Bros, turun 0,4%.

Saham-saham pertambangan menguat seiring harga perak dan emas mulai pulih setelah anjlok pada Senin, dengan Newmont Corp naik 2,1%. Saham Molina Healthcare Inc melonjak 2,5% setelah investor kawakan Michael Burry kembali menyampaikan pandangan bullish terhadap saham tersebut. Di sisi lain, saham Boeing Co naik 0,58% setelah memenangkan kontrak pemerintah AS senilai hingga US$8,58 miliar untuk program jet tempur F-15 milik Israel, sementara saham CSX Corp turun 0,8% menyusul kecelakaan kereta di Kentucky selatan.

Saham-saham pengembang perumahan melemah 0,4% setelah data harga rumah Oktober dari Federal Housing Finance Agency serta indeks S&P Cotality Case-Shiller sama-sama menunjukkan kenaikan harga yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan.

“Ini merupakan pertumbuhan harga rumah tahunan terlemah sejak periode Maret hingga Juli 2023, ketika pasar sedang menyerap dampak awal kenaikan suku bunga agresif oleh The Fed,” kata Nicholas Godec, Kepala Fixed Income Tradables & Commodities di S&P Dow Jones Indices, merujuk pada data Case-Shiller. Ia menyebut hambatan yang masih mengakar, termasuk suku bunga kredit pemilikan rumah yang tinggi dan inflasi yang melampaui kenaikan harga rumah.

Pada sore hari, Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) merilis risalah rapat terbarunya yang menunjukkan sebagian besar pejabat menilai penurunan suku bunga lanjutan masih tepat dilakukan selama inflasi terus menurun dari waktu ke waktu, meski terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran pemangkasan. “Investor perlu bersabar, namun inflasi pada akhirnya akan semakin mendekati target The Fed,” kata Kepala Ekonom LPL Financial, Jeffrey Roach, menanggapi risalah tersebut.

“Menjelang 2026, perekonomian global terus menunjukkan ketahanan yang mengesankan,” tulis Kepala Ekonom Global Citigroup Inc, Nathan Sheets, dalam sebuah catatan. Ia menambahkan bahwa “kami memperkirakan pertumbuhan global akan berlanjut pada jalur yang relatif serupa dalam dua tahun ke depan.” Sheets memperkirakan “tekanan dari tarif akan kembali menggerus pertumbuhan tahun depan, namun dampak keseluruhannya masih terlihat dapat dikelola.”

(bbn)

No more pages