Produser Minta Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Film RI
Dinda Decembria
08 November 2025 18:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) sekaligus produser PT Kharisma Starvision Plus, Chand Parwez Servia, meminta agar industri perfilman nasional disikapi dengan pembenahan tata kelola, bukan tudingan adanya praktik monopoli.
"Kita perlu menata, bukan menuding," kata Chand kepada Bloomberg Technoz, Jumat (07/11).
Menurutnya, istilah monopoli dalam konteks perfilman terlalu berlebihan. Ia mengingatkan, isu serupa pernah diuji oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada 2003 dan hasilnya tidak ditemukan praktik monopoli di industri film Indonesia.
“Istilah monopoli agak berlebihan. Persoalan ini pernah diuji oleh KPPU pada 2003 dan terbukti tidak ada praktik monopoli,” kata Chand Parwez.
Ia menjelaskan, tantangan utama saat ini justru berasal dari struktur industri yang longgar dan infrastruktur distribusi yang terbatas. Jumlah film yang diproduksi jauh lebih banyak dari kapasitas layar yang tersedia di bioskop, sehingga banyak film berkualitas tidak mendapat ruang tayang yang cukup.
































