"Yang masih cukup kuat adalah tumbuhnya ekspor di atas 9% sama investasi masih tumbuh di atas 5%. Dan juga pengeluaran konsumsi pemerintah cukup solid," tutur dia.
Secara total, BPS sebelumnya melaporkan pertumbuhah ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun ini mencapai sebesar 5,04%, atau lebih rendah dibandingkan capaian kuartal sebelumnya yang masih 5,12%.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,95%, dedikit melambat ketimbang kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,97% yoy. Tetapi, masih menjadi penipang utama PDB dengan porsi mencapai 53,14%
Kontributor PDB terbesar kedua adalah investasi alias Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB). Pada kuartal III-2025, komponen ini tumbuh 5,04% dengan sumbangan 29,09%.
Penyumbang PDB terbesar ketiga adalah ekspor. Pada kuartal III-2025, ekspor tumbuh impresif 9,91% dengan sumbangan 23,64%.
"Kegiatan ekspor tumbuh positif pada kegiatan barang non-migas dan jasa. didorong oleh peningkatan nilai dan volume ekspor beberapa komoditas,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers, kemarin.
(ibn/spt)

























