Logo Bloomberg Technoz

"Karena juga stimulus pemerintah baru dikucurkan September, akhir kuartal III. Mungkin dampaknya tidak terasa, mungkin [terasa] di kuartal IV. Kemudian juga Purbaya Effect di akhir September yang inject likuiditas," jelasnya.

"Memang kuartal III belum ada sentimen yang bekerja, sehingga memang terjadi pelemahan dari kuartal II. Tapi, itu sudah bagus, di atas 5%. Yang jadi khawatir itu di bawah 5%, ya walaupun terjadi perlambatan," tambahnya.

Bob memberikan catatan sumber perlambatan berasal dari government standing atau ekonomi yang berputar akibat dari dana pemerintah

"Mestinya lebih manageable [dapat dikuasai], dikuasai pemerintah itu bisa menjadi faktor yang membuat pertumbuhan kencang. Karena kita juga tahu, terjadi pemotongan anggaran makanya yang harusnya government standing-nya positif jadi justru jadi kontributor negatif," sebutnya.

Bob memperkirakan semua stimulus hingga kebijakan pemerintah akan memberikan dampak pada periode selanjutnya atau kuartal IV.

"Mungkin hasilnya di kuartal IV, injeksi likuiditas di kuartal IV. Stimulus yang masih didominasi bansos di kuartal IV. Menang kuartal III agak kurang sendimen positif, nggak heran angkanya lebih kecil daripada kuartal II," pungkasnya.

Sebagai catatan, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengumumkan ekonomi Indonesia yang diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) berada di Rp6.060 triliun berdasarkan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada kuartal III-2025. 

Artinya, ekonomi Ibu Pertiwi tumbuh 5,04% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Pencapaian agak lebih baik dari ekspektasi. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 sebesar 5% yoy.

Di level Asia Tenggara, prestasi Indonesia mengungguli Singapura. Pada kuartal III-2025, ekonomi Negeri Singa tumbuh 2,9% yoy. Jauh lebih lambat ketimbang kuartal sebelumnya yang sebesar 4,5% yoy.

Namun dibandingkan Malaysia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lebih baik. Pada kuartal III-2025, ekonomi Negeri Harimau Malaya tumbuh 5,2% yoy.

(ain)

No more pages