Logo Bloomberg Technoz

2. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong, pengusaha tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hartanya menguap 10,9% mencapai US$ 3 miliar (Rp 49,88 triliun) menjadi US$ 24,8 miliar atau setara dengan Rp 412,4 triliun.

Low Tuck Kwong, Direktur Utama Bayan Resources. Foto: Ahmad Zamroni/Forbes Indonesia

Imbas kekayaannya menguap mencapai puluhan triliun rupiah, Low Tuck Kwong harus berpuas diri menempati urutan 99 orang terkaya di dunia hingga turun kelas jadi peringkat 2 orang terkaya di Indonesia disusul oleh Prajogo Pangestu.

3. Sukanto Tanoto

Siapa sangka, Sukanto Tanoto yang merupakan pendiri Royal Golden Eagle, sebuah konglomerat manufaktur global yang memiliki aset lebih dari US$ 35 miliar, berdasarkan data Bloomberg, berhasil menempati urutan ke–3 orang terkaya di Indonesia.

Sukanto Tanoto. (Sumber: Bloomberg)

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis dari banyak negara, Sukanto Tanoto berhasil menempati peringkat ke–117 orang terkaya dunia, hasil dari kekayaannya bertambah 2,4% mencapai US$ 486 juta (Rp 8,08 triliun) hingga berada di angka kekayaan US$ 20,9 miliar, atau setara Rp 347,54 triliun.

4. Budi Hartono

Grup Djarum menjadi sumber kekayaan Hartono bersaudara mengumpulkan pundi-pundi harta pendapatan. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke–126 berdasarkan data Bloomberg.

Budi Hartono (Rumahinovasi.net/diolah)

Posisi itu tercapai biarpun harta kekayaannya menguap 11,1% menyentuh US$ 2,5 miliar (Rp 41,57 triliun) sepanjang tahun 2025 menjadi net worth US$ 20 miliar, yang sama dengan Rp 332,58 triliun.

5. Michael Hartono

Kekayaan Michael Hartono memang tidak sebesar saudaranya, Budi Hartono. Nilainya masih terbilang fantastis mencapai US$ 18,5 miliar, atau Rp 307,63 triliun dengan keberhasilan menjemput posisi orang terkaya di Indonesia posisi ke–5.

Michael Hartono. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Namun memang, kekayaan sepadan itu menempatkan Michael Hartono di urutan 136 orang terkaya versi Bloomberg Billionaires Index akhir Oktober 2025. Posisi itu berhasil diraihnya sekalipun kekayaannya menguap 12,1% mencapai US$ 2,5 miliar (Rp 41,57 triliun).

6. Anthoni Salim

Pemilik Grup Indofood, Perusahaan produsen makanan dan minuman ternama di Indonesia, Anthoni Salim, masuk ke dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia urutan ke–6.

Nilai kekayaannya berhasil mencapai US$ 16,1 miliar, atau setara dengan Rp 267,72 triliun hingga menempatkannya di posisi 167 orang terkaya di seluruh belahan dunia.

Presiden Direktur dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur, Anthoni Salim. (Yuriko Nakao/Bloomberg)

Yang juga jadi perhatian, kekayaannya sepanjang tahun berjalan berhasil melesat di tren positif dengan kenaikan 24,7% mencapai US$ 3,2 miliar (Rp 53,21 triliun).

7. Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri, pengusaha asli Indonesia yang disebut–sebut sebagai ‘Bill Gates–nya Indonesia’ pendiri sekaligus direktur utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, Otto Toto Sugiri juga merupakan salah satu pendiri PT IndoInternet Tbk (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia.

Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk, Otto Toto Sugiri (Diolah berbagai sumber)

Dengan berbagai sumber kekayaan, Otto Toto Sugiri berhasil menempati peringkat ke–290 orang terkaya di dunia, dengan keberhasilan mencatat kekayaan yang melesat signifikan 466,5% mencapai US$ 9,4 miliar (Rp 156,31 triliun) hingga berada di angka kekayaan US$ 11,4 miliar (Rp 189,57 triliun).

8. Dato Sri Tahir

Dato Sri Tahir memiliki kekayaan US$ 9 miliar yang sama dengan mencapai Rp 149,66 triliun dengan kurs acuan Bank Indonesia (BI) yaitu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di posisi Rp16.640/US$ tertanggal 30 Oktober 2025. Tahir bisa dibilang pendatang baru di daftar ini, karena baru masuk pada akhir Oktober.

Bisnis Dato Sri Tahir meliputi berbagai sektor seperti perbankan, kesehatan, properti, hingga media massa. PT Berita Mediatama Indonesia, perusahaan yang menaungi Bloomberg Technoz, berafiliasi dengan Grup Mayapada milik Dato Sri Tahir. 

Dari sejumlah perusahaan yang dinaungi dan terafiliasi dengannya, PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ) yang merupakan operator Mayapada Hospital.

Dato Sri Tahir, Founder & Chaiman Mayapada Group. Foto: Dok. Warta Ekonomi

Dari pertambangan, Dato Sri Tahir merupakan pemilik PT Raja Kutai Baru Makmur. Perusahaan ini bergerak di pertambangan batu bara. Dari properti, Dato Sri Tahir memiliki properti perkantoran, hotel, mal, dan sebagainya. Termasuk Mayapada Tower I dan II, Sona Topaz Tower, Menara Topaz (Surabaya), Fairmont Hotel (Bali), Four Points by Sheraton (Jakarta dan Batam), Fairfield by Marriott (Surabaya), Mal Bali Galeria, dan Lampung Land. Dato Sri Tahir juga tercatat memiliki properti di luar negeri yakni Singapura dan Jepang.

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis, Dato Sri Tahir berhasil menempati peringkat ke–394 orang terkaya dunia, dengan keberhasilan pertumbuhan kekayaan 328,7% mencapai US$ 6,9 miliar (Rp 114,74 triliun) hingga berada di angka kekayaan US$ 9 miliar, dan menjadi orang terkaya di Indonesia urutan 8, berdasarkan data Bloomberg.

9. Marina Budiman

Marina Budiman adalah salah satu pendiri sekaligus Komisaris Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia layanan pusat data center terbesar di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025 ini saja saham DCII menguat signifikan hingga 518% year–to–date/ YtD. Kenaikan harga saham DCII membuat Marina Budiman bertengger di orang terkaya dunia urutan 434, dan orang terkaya di Indonesia urutan 9.

Marina Budiman (Dok. DCI Indonesia)

Kekayaannya berhasil menyentuh US$ 8,4 miliar (Rp 139,68 triliun) versi Bloomberg Billionaires (Rich) Index. 

Adapun sepanjang tahun berjalan 2025 ini, harta Marina Budiman mencatat pertumbuhan mencapai US$ 7 miliar (Rp 116,4 triliun) atau bertambah 481,5% YtD.

(fad/aji)

No more pages