Pasokan tambahan juga akan meredam dampak sanksi Barat yang mengganggu ekspor minyak Rusia ke pembeli utamanya, China dan India.
OPEC+ cenderung meningkatkan produksi secara moderat pada Desember, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menjelang pertemuan kelompok tersebut pada Minggu (2/11/2025).
Delapan anggota OPEC+ telah meningkatkan target produksi dengan total lebih dari 2,7 juta barel per hari atau sekitar 2,5% dari pasokan global, melalui serangkaian kenaikan bulanan.
Sementara itu, ekspor minyak mentah dari eksportir utama Arab Saudi mencapai rekor tertinggi dalam enam bulan terakhir sebesar 6,407 juta barel per hari pada Agustus, menurut data dari Joint Organizations Data Initiative (JODI) yang dirilis Rabu, dan diperkirakan akan terus meningkat.
Laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) juga menunjukkan rekor produksi sebesar 13,6 juta barel per hari pada pekan lalu.
Presiden Donald Trump kemarin mengatakan China setuju untuk memulai proses pembelian energi AS. Dia menambahkan bahwa transaksi berskala besar mungkin terjadi, termasuk pembelian minyak dan gas dari Alaska.
Namun, analis tetap skeptis apakah kesepakatan dagang AS-China akan meningkatkan permintaan China terhadap energi AS.
"Alaska hanya memproduksi 3% dari total produksi minyak mentah AS [tidak signifikan], dan kami memperkirakan pembelian LNG Alaska oleh China mungkin akan didorong oleh pasar," papar analis Barclays, Michael McLean dalam catatan.
(ros)






























