Sejumlah saham LQ45 yang menempati jajaran top gainers:
- Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) menguat 7,98% Rp1.420/saham
- Unilever Indonesia (UNVR) menguat 7,11% Rp2.710/saham
- MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) menguat 5,56% Rp665/saham
- Bank Jago (ARTO) menguat 4,85% Rp2.160/saham
- Merdeka Battery Materials (MBMA) menguat 4,27% Rp610/saham
- Kalbe Farma (KLBF) menguat 4,08% ke Rp1.275/saham
- Semen Indonesia (SMGR) menguat 3,01% ke Rp2.740/saham
- United Tractors (UNTR) menguat 2,86% ke Rp27.900/saham
- Indofood Sukses Makmur (INDF) menguat 7.450% ke Rp7.450/saham
- Adaro Andalan Indonesia (AADI) menguat 91,92% ke Rp7.975/saham
Saham kesehatan juga berhasil menempati jajaran top gainers:
- Primaya Hospital (PRAY) menguat 3,92% Rp795/saham
- Pyridam Farma (PYFA) menguat 3,88% Rp535/saham
- Hermina (HEAL) menguat 1,69% Rp1.500/saham
- Diagnos Laboratorium Utama (DGNS) menguat 1,35% Rp150/saham
- Siloam Hospitals (SILO) menguat 1,07% Rp1.895/saham
Laporan Keuangan Diapresiasi
Melesatnya harga saham UNVR terdorong pencapaian pendapatan yang berhasil mencatat pertumbuhan, bersamaan dengan kenaikan laba bersih perusahaan.
Hingga kuartal III-2025, UNVR membukukan pendapatan Rp27,61 triliun, tumbuh 0,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp27,42 triliun.
Jika dirinci lebih lanjut, pendapatan konsolidasi UNVR terbantu segmen makanan dan minuman yang terapresiasi 2,56% secara tahunan menjadi Rp10,08 triliun.
UNVR pun turut berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar 10,83% secara tahunan menjadi Rp3,33 triliun.
Kenaikan laba bersih UNVR tercapai usai perusahaan melakukan sejumlah efisiensi. Ini tercermin dari beban pemasaran dan penjualan yang turun 6,14% secara tahunan menjadi Rp6,45 triliun.
Beban umum dan administrasi juga turun 0,48% secara tahunan menjadi Rp2,47 triliun.
(fad/aji)

























