Tercatat, Dow Jones Industrial Average naik 1,01%, S&P 500 menguat 0,79%, dan Nasdaq Composite bertambah 1,15%.
“Kenaikan ini terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) periode September menunjukkan hasil di bawah ekspektasi pasar, sehingga meningkatkan peluang penurunan suku bunga The Fed pada Desember mendatang.” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya, Senin (27/10/2025).
Sementara itu, bursa Asia bergerak variatif pada akhir pekan lalu dengan mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 naik 1,35%, Kospi melonjak 2,50%, dan Hang Seng menguat 0,74%, di tengah kekhawatiran pasar terhadap kebijakan ekspor baru Amerika Serikat ke China.
Sejalan dengan pandangan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terpisah juga mencatat bahwa IHSG ditutup melemah tipis 0,03% ke level 8.271 dengan net foreign buy Rp1,16 triliun.
Pola candle berbentuk inverted hammer di area resistance dinilai menunjukkan tekanan jual mulai meningkat, sehingga pergerakan indeks berpotensi terbatas di rentang support 8.238–resistance 8.292.
BRI Danareksa menyebut, fokus pasar pekan ini tertuju pada rilis kinerja emiten kuartal III/2025 dan keputusan suku bunga The Fed, yang akan menjadi katalis utama arah pergerakan IHSG. Adapun saham yang direkomendasikan oleh BRI Danareksa antara lain BMRI, BFIN, dan SGER.






























