Kajian bahwa AI bisa berjalan dengan lebih sedikit komputasi kini beredar di Wall Street. Sementara GE Vernova Inc (perusahaan produsen turbin pembangkit listrik) menyebut investasi sepertinya akan melambat.
Booming AI yang meredup membuat saham-saham perusahaan produsen listrik jatuh. Indeks UBS yang mengumpulkan emiten-emiten pembangkit listrik menunjukkan koreksi 12% dalam lima hari perdagangan terakhir sampai Rabu pekan ini.
Saat pembangkitan listrik sepertinya tidak akan melonjak gara-gara AI, maka harga komoditas yang menjadi energi primer pun ikut terpengaruh. Batu bara menjadi salah satu korbannya.
Analisis Teknikal
Bagaimana ‘ramalan’ harga batu bara untuk hari ini, Senin (27/10/2025)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara terjebak di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 46.
RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI batu bara belum terlampau jauh di bawah 50 sehingga boleh dibilang cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 41. Menghuni area jual (short).
Untuk perdagangan hari ini, sejatinya harga batu bara berpeluang bangkit. Target resisten terdekat ada di kisaran US$ 105/ton. Kalau jebol, maka harga batu bara berpeluang naik lagi ke arah US$ 108/ton.
Adapun target support terdekat adalah US$ 101/ton. Penembusan di titik ini berisiko menjatuhkan harga batu bara ke rentang US$ 99-81/ton.
(aji)




























