Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Bloomberg, menghijau dan melesatnya IHSG tak lepas dari kenaikan saham bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), terutama saham BBRI dan saham BMRI yang mendorong penuh IHSG secara keseluruhan.

Saham BBRI berhasil ditutup menguat 140 poin atau dengan kenaikan 3,76% ke level Rp3.860/saham dengan sebanyak 479 juta saham ditransaksikan dengan nilai Rp1,82 triliun.

Lebih potensial lagi, saham BMRI melesat 140 poin atau dengan penguatan mencapai 3,29% ke posisi Rp4.390/saham dengan 183 juta saham diperjualbelikan mencapai senilai Rp791 miliar.

Berikut 10 saham teratas lainnya yang mendorong IHSG di zona hijau, berdasarkan data Bloomberg.

  1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 22,91 poin
  2. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 16,42 poin
  3. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 13,53 poin
  4. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 11,6 poin
  5. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 9,25 poin
  6. Astra International (ASII) menyumbang 8,52 poin
  7. Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 5,45 poin
  8. Bayan Resources (BYAN) menyumbang 2,91 poin
  9. Pradiksi Gunatama (PGUN) menyumbang 2,25 poin
  10. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 2,18 poin

Adapun saham–saham perbankan lainnya juga berhasil menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Bank Multiarta SentosaTbk (MASB) menguat 13,5%, saham PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) mantap di zona hijau dengan melesat 10%, dan saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) ditutup perdagangan hari ini menguat 5,88%.

Begitu juga dengan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang berhasil menguat 4,66%. Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan melesat 3,86%. Dan saham PT Bank Jatim Tbk (BJTM) positif di zona hijau dengan kenaikan 2,97%.

Penguatan saham bank besar rasanya tersengat sentimen unggahan terbaru Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di instagram, pertemuan rapat bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad membahas perkembangan ekosistem keuangan dan perbankan Tanah Air, jadi katalisnya.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan, rapat itu membahas topik terkait program strategis pemerintah hingga ekosistem keuangan dan perbankan Indonesia.

“Menjelang satu tahun pemerintahan, dalam rapat ini, dibahas berbagai program strategis pemerintah dan perkembangan terkini, terutama mengenai ekosistem keuangan dan perbankan di Tanah Air,” sebutnya dalam unggahan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kamis.

Terlebih lagi, dalam kesempatan terpisah, Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, Menteri Keuangan Purbaya berencana akan kembali menarik dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Bank Indonesia senilai total Rp70 triliun. Dana tersebut akan ditempatkan sebagian di Bank Pembangunan Daerah (BPD), seperti Bank Jakarta dan Bank Jatim dengan kisaran nilai Rp10–20 triliun.

Sebelumnya, riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) juga menjagokan saham–saham perbankan pada bulan ini.

Alasannya, dalam riset tersebut, penurunan suku bunga acuan BI sebesar 50 basis poin (bps), yang disertai penurunan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar 4,8%.

Penurunan deposit rates Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga turut menjadi katalis positif. Tak ketinggalan, Purbaya Effect yang turut menambah likuiditas perbankan.

Jadi, dengan likuiditas yang membaik dan valuasi yang menarik, BRIDS melihat saham perbankan memberikan imbal hasil yang menguntungkan bagi investor.

Menariknya valuasi saham perbankan tercermin dari Price to Book Value (PBV) 1,9 kali dengan Yield Dividen berkisar antara 1,5%–9,7%.

Serupa, potensi cerah dari sisi Yield Dividen juga tercermin dari riset RHB Sekuritas berikut.

Riset RHB Sekuritas

(fad)

No more pages