Strategi Investasi Emas Saat Harga Terus Pecah Rekor
Muhammad Julian Fadli
09 October 2025 15:14

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas pecah rekor termahal sepanjang sejarah terungkit kegembiraan pasar yang meyakini Federal Reserve (The Fed) akan terus melanjutkan siklus pengguntingan bunga acuan pada sisa 2025.
Rekor tertinggi sepanjang masa tersentuh usai kenaikan sepanjang tahun ini sudah mencapai 54%, ketika pada penutupan perdagangan kemarin emas ditutup di level US$ 4.042/troy ounce. Di pasar dalam negeri, harga emas Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga ikut melambung dengan mencetak kenaikan 52% dibanding tutup tahun 2024.
Di Indonesia utamanya, emas merupakan jenis investasi yang paling jadi pilihan di segala usia, selain deposito bank dan properti. Berbeda dengan properti yang butuh modal besar dan relatif tidak likuid, investasi emas bisa disasar investor pemula dengan modal mepet. Lebih dari itu, emas juga likuid untuk diperjualbelikan saat investor membutuhkan dana tunai.
Dengan kenaikan harga emas yang amat cemerlang tahun ini, terlebih lagi hanya dalam 10 bulan pertama tahun 2025, minat investasi emas semakin meningkat. Bila The Fed benar–benar akan kembali memangkas bunga acuan pada pertemuan Oktober nanti. Proyeksi pasar sejauh ini, The Fed kemungkinan besar menggunting bunga acuan dengan peluang mencapai 92,5% mengutip CME FedWatch.
Dinamika harga emas kemungkinan akan semakin memanas dengan peluang mencetak rekor baru. Beragam ketidakpastian global terkait perdagangan, independensi The Fed, dan stabilitas fiskal AS. Ketegangan geopolitik yang meningkat juga turut memperkuat permintaan terhadap aset aman, sementara Bank Sentral dunia terus membeli emas dalam jumlah yang besar.




























