Logo Bloomberg Technoz

Indeks saham perusahaan China yang terdaftar di AS turun paling tajam sejak akhir Agustus, menjelang berakhirnya libur panjang selama sepekan di negara tersebut pada Kamis ini. Di kawasan lain, bank sentral Selandia Baru dan Thailand diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu ini.

Di AS, optimisme investor meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir, dengan banyak pihak tampak lebih fokus mengejar keuntungan daripada mengantisipasi risiko seperti potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) dan valuasi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Gubernur Stephen Miran mengatakan bahwa dampak tarif terhadap inflasi tampak terbatas, sehingga The Fed memiliki ruang untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter. Namun, Gubernur The Fed Minneapolis Neel Kashkari memperingatkan bahwa pemangkasan suku bunga secara agresif berisiko memicu tekanan inflasi baru.

Grafik pergerakan S&P 500. (Sumber: Bloomberg)

“Risiko aksi ambil untung meningkat pesat di seluruh pasar, terutama di sektor teknologi yang menjadi motor Nasdaq, dan ini bisa menghambat potensi kenaikan lebih lanjut,” kata Chris Montagu, analis di Citigroup.

Beberapa analis Wall Street menilai lonjakan harga sejumlah saham teknologi besar dalam waktu singkat bisa menjadi tanda bahwa valuasi sudah mulai terlepas dari fundamental perusahaan.

Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya perbincangan soal potensi gelembung di sektor kecerdasan buatan (AI), seiring perusahaan besar berkomitmen menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun infrastruktur teknologi tersebut. Namun, semakin besar dana yang digelontorkan, semakin besar pula kekhawatiran bahwa tren ini bisa berakhir dengan “ledakan gelembung” seperti yang terjadi 25 tahun lalu pada masa euforia dot-com.

Sementara itu, CEO JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon, mengatakan perusahaannya menghabiskan sekitar US$2 miliar per tahun untuk pengembangan teknologi AI—dan menghemat jumlah yang hampir sama dari investasi tersebut.

“Kami tahu teknologi ini bisa menghasilkan penghematan miliaran dolar, dan saya rasa ini baru permulaan,” ujar Dimon dalam wawancara dengan Bloomberg TV, menegaskan keyakinannya bahwa potensi AI masih sangat besar bagi dunia perbankan.

(bbn)

No more pages