Seluruh dana hasil PMTHMETD, baik dari setoran tunai maupun konversi pinjaman, akan digunakan untuk memperbaiki posisi keuangan Garuda Indonesia, dengan alokasi 29% untuk modal kerja dan operasional perseroan, 37% untuk tambahan modal ke Citilink, 22% untuk ekspansi armada, dan 12% untuk pembayaran utang pembelian bahan bakar Citilink kepada Pertamina periode 2019–2021.
Pelaksanaan PMTHMETD dijadwalkan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 November 2025. Jika disetujui, penerbitan saham baru akan dilakukan pada 24 November 2025, dan pencatatannya di Bursa Efek Indonesia pada 25 November 2025.
Pasca pelaksanaan transaksi, rasio utang terhadap aset Garuda diperkirakan turun dari 123% menjadi 96%, sedangkan rasio lancar (current ratio) meningkat dari 0,44 kali menjadi 1,53 kali.
(dhf)
























