Penutupan sementara alias shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS) membuat pelaku pasar menjadi gusar. Shutdown mengakibatkan penundaan rilis data penting, seperti perkembangan ketenagakerjaan yang seyogianya diumumkan akhir pekan lalu.
Namun sejumlah data pembanding seperti dari ADP atau survei Challenger, Gray & Christmas Inc menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sedang tertekan. Penciptaan lapangan kerja di sektor swasta dan pembukaan lowongan kerja menurun.
Artinya, kemungkinan bank sentral Federal Reserve masih akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, kemungkinan Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% dalam rapat bulan ini mencapai 94,1%.
“Kondisinya masih kuat bahwa The Fed berada di jalur penurunan suku bunga lebih jauh seiring pelemahan pasar tenaga kerja. Ini membuat fase reli harga emas menjadi lebih panjang,” kata Ahmad Assiri, Analis Pepperstone Group Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
(aji)



























