Logo Bloomberg Technoz

Bahkan, dia membeberkan, sempat menawarkan Pertamina untuk bekerja sama dengan perusahaan China untuk membangun kilang di dalam negeri. Hanya saja, menurut dia, tawaran itu ditolak Pertamina.

“Pertamina bilang keberatan dengan usul tersebut karena sudah overkapasitas. Waktu itu saya kaget, 'overkapasitas apa?' ujarnya.

Lantas, berapa jumlah kilang minyak yang telah berdiri di dalam negeri saat ini?

Kilang dalam negeri sendiri memang seluruhnya dioperasikan oleh perusahaan migas pelat merah dalam negeri, Pertamina, lewat anak usahanya PT KPI itu. Berikut daftarnya:

1. Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur

Kilang Pertamina Balikpapan, yang terletak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak bumi yang juga diklaim menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Kilang ini  telah beroperasi sejak 1922 dan berkontribusi hingga 26% dari total kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, dengan kapasitas produksi harian mencapai sekitar 260.000 barel minyak per hari (bph).

Saat ini, kilang tersebut tengah menjalani proses pengembangan melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk peningkatan kapasitas menjadi 360.000 bph.

2. Kilang Cilacap, Jawa Tengah

Kilang refinery unit IV yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah ini juga merupakan salah satu kilang terbesar di Asia Tenggara, dengan kapasitas produksi hingga mencapai 348.000 bph, dengan kontribusi sekitar 34% dari total kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Kilang ini terdiri dari 3 unit yaitu Kilang Cilacap I yang dibangun pada 1974, Kilang Minyak II yang dibangun pada 1981, dan Kilang Paraxylene Cilacap dibangun pada 1988.

3. Kilang Plaju, Sumatra Selatan

Berdasarkan laman resmi PT KPI, Kilang refinery unit III yang berada di wilayah Palembang, Sumatra Selatan ini mampu memproduki minyak sebesar 126.000 bph, yang meliputi biosolar, avtur, Pertalite hingga Dexlite.

Kilang ini awalnya didirikan oleh pemeritah Hindia Belanda melalui  perusahaan Batavs Petroleum Matsape pada 1904. Setelah beberapa waktu dioperasikan, kilang ini kemudian diambil alih dan dikelola oleh Pertamina sejak 1965.  

Kilang Balongan./Bloomberg-Dimas Ardian

4. Kilang Balongan, Jawa Barat

Kilang refinery unit VI ini terletak di Indramayu, Jawa Barat dengan total kapasitas produksi harian sebesar 150.000  bph. Kilang ini dibangun pada 1994.

5. Kilang Dumai, Riau

Kilang ini merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia yang memiliki total kapasitas pengilangan sebesar 170.000 bph atau hampir 16,5% dari total kapasitas kilang Pertamina di seluruh Indonesia.

Kilang tersebut juga mempunyai luas area 356.33 hektare (ha) dengan jumlah karyawan mencapai 1.177 orang.

Refinery unit (RU) II Dumai terdiri dari dua lokasi yaitu di Sei Pakning, dibangun pada 1969 dengan kapasitas unit penyulingan minyak mentah atau crude distillation unit (CDU) 50.000 bph, kemudian Kilang Dumai dibangun pada 1971 dengan kapasitas CDU 120.000 bph.

Produk yang dihasilkan dari kedua kilang itu adalah 87% setara bahan bakar minyak. Sementara itu, 12%-nya non-BBM yang terdiri dari LPG, green coke, dan LAWS. Adapun, 1% lainnya adalah UCO, NBF, SF-02, Solphy.

6. Kilang Kasim, Papua

Kilang kasim merupakan tau refinery unit VII yang terletak di Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya tersebut dioperasikan oleh entitas Pertamina.

Kilang yang dibangun pada 1995, dan mulai beroperasi pada 1997 tersebut tercatat memiliki kapasitas pengolahan hingga 10.000 bopd, tetapi baru mampu mengolah sekitar 60.000 bopd.

Kilang ini, menurut Pertamina, berkontribusi hingga 8% dalam memasok total kebutuhan BBM di Papua—Maluku.

(ibn/wdh)

No more pages