Volume transaksi IHSG di tengah hari perdagangan sudah tercatat 26,16 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp13,25 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,68 juta kali diperjualbelikan.
Sebanyak 324 saham mengalami kenaikan, dan ada 307 saham melemah. Sedang 161 saham enggan bergerak.
Sejumlah sector saham menjadi penopang utama IHSG pada perdagangan Sesi I siang hari ini. Saham–saham teknologi, saham konsumen non primer, dan saham keuangan mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 1,19%, 1,16% dan 1,05%.
Menguatnya IHSG merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Kamis (2/10/2025).
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 7,99 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 7,34 poin
- Multipolar Technology (MLPT) menyumbang 4,76 poin
- Bank Permata (BNLI) menyumbang 3,92 poin
- Sumber Alfaria Trijaya(AMRT) menyumbang 3,66 poin
- Merdeka Battery Materials (MBMA) menyumbang 3,21 poin
- IndoKripto Koin Semesta (COIN) menyumbang 3,09 poin
- Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 2,29 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 2,14 poin
- Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) menyumbang 1,97 poin
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal IHSG sempat menguji intraday resisten dinamis MA-5 di level 8.079. Namun penutupan masih berada sedikit lebih rendah dari level tersebut.
Indikator modern pun menunjukkan sinyal yang sejalan, di mana histogram MACD bergerak mendatar dan Stochastic RSI bergerak turun.
“Dengan kondisi ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.000-8.100 pada sesi kedua hari ini,” papar Phintraco Sekuritas.
Melansir riset Panin Sekuritas, penguatan IHSG didorong katalis dari dalam negeri, di mana inflasi Indonesia naik ke level 2,65% YoY pada September 2025 (sebelumnya 2,31% yoy dan konsensus 2,5% yoy), diikuti data PMI manufaktur yang meskipun turun namun masih berada di level ekspansif di 50,4 (sebelumnya 51,5).
“Neraca dagang yang surplus US$5,49 miliar atau lebih besar dari konsensus juga mendorong penguatan IHSG," sebut riset Panin Sekuritas.
(fad/aji)

























