Logo Bloomberg Technoz

Daftar itu juga memuat keterlibatan puluhan kelompok usaha besar di Indonesia, termasuk Ciputra Group, Alfa Group, Sampoerna Agro, Mayora, hingga Garudafood.

Bloomberg Technoz telah mencoba mengonfirmasi absennya beberapa nama-nama konglomerat seperti HT, CT dan Bakrie, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.

Meski begitu, Danantara Indonesia menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut bukanlah pengumuman resmi.

“Berkaitan dengan adanya informasi yang beredar terkait Patriot Bonds. Perlu kami tegaskan bahwa informasi tersebut bukan informasi resmi dan hingga saat ini tidak ada pengumuman yang dikeluarkan. Skema ini sedang disiapkan dalam bentuk private placement dan tidak untuk ditawarkan bagi publik, serta partisipasinya sepenuhnya bersifat sukarela (voluntary),” ujar Mohamad Al-Arief, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, dalam keterangan tertulis.

Danantara menyebut setiap inisiatif pembiayaan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang Indonesia serta memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan nasional.

“Prinsip mendasar dari Patriot Bonds adalah partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama. Skema ini membuka kesempatan bagi kelompok usaha Indonesia untuk berkontribusi pada agenda pembangunan lintas generasi, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat,” tambah Al-Arief.

Penerbitan Patriot Bond 

Seperti yang diketahui, BPI Danantara tengah menyiapkan penerbitan Patriot Bond dengan nilai sekitar Rp50 triliun atau setara US$3,1 miliar. 

Proses registrasi instrumen ini telah rampung di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga tahap transaksi dijadwalkan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. Penerbitan dilakukan melalui skema private placement dan sepenuhnya bersifat sukarela bagi pelaku usaha yang ingin berpartisipasi.

Patriot Bond dibagi ke dalam dua seri, yakni seri A dengan tenor lima tahun dan seri B dengan tenor tujuh tahun. Instrumen ini menawarkan tingkat kupon tetap 2%, di bawah rata-rata imbal hasil pasar. Meski demikian, obligasi ini bersifat tradable dan dapat dijadikan agunan di bank-bank Himbara seperti Mandiri dan BNI.

Dana yang dihimpun dari Patriot Bond diarahkan untuk membiayai proyek-proyek transisi energi nasional. Salah satu yang telah diumumkan adalah program waste-to-energy (WtE), di mana Danantara menargetkan 33 proyek pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah. Proyek ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat ekonomi tetapi juga menjawab tantangan lingkungan dan membuka lapangan kerja baru.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, menegaskan bahwa fokus utama dari Patriot Bond bukanlah imbal hasil finansial semata, melainkan dampak ekonomi jangka panjang. Ia menyebut banyak konglomerat yang tertarik karena instrumen ini memberikan keamanan atas pokok investasi sekaligus kesempatan berkontribusi pada pembangunan nasional. 

“Bagi mereka, meski hasil finansialnya kecil, pokok investasinya tetap aman, sekaligus bisa berkontribusi bagi Indonesia,” ujar Pandu.

(dhf)

No more pages