Uji coba tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan performa kapal, antara lain; kemampuan mesin, pompa kargo atau cargo pump; serta perlengkapan kapal lainnya.
“Kapal ini rencana akan turun dock pada 4 Oktober, dan akan kita optimalkan, optimize, untuk men-deliver, untuk mengangkut crude oil, di domestik, di pelabuhan-pelabuhan Pertamina,” ucap Arif.
Dia menyebut, kapal tanker tersebut kerap melayani pengiriman minyak mentah di rute domestik a.l. Kilang Balongan, Kilang Balikpapan, hingga kilang Cilacap.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa kapal tanker Gamkonora mampu mengangkut minyak mentah sebesar 121.000 kiloliter (kl). Kapal pengangkut minyak mentah itu memiliki panjang 244 meter dan lebar 42 meter, serta bobot 104.000 ton.
“Untuk tinggi lunas sampai dengan deck itu sekitar 21,5 meter. Safe draft-nya 14,5 meter. SWL, sea water level-nya 7 meter,” ujar Arif.
Selain itu, Arif menjelaskan kapal tersebut dibangun oleh Newtimes Shipbulding Co,.Ltd di kota Jingjiang, Jiangsu, China dan rampung dibangun pada 5 Desember 2012. Gamkonora saat ini sudah berumur sekitar 13 tahun.
Arif menggambarkan, 121.000 kl minyak mentah yang diangkut oleh Gamkonora setara dengan daya angkut 3.781 truk tangki Pertamina berkapasitas 32.000 liter.
Bahkan, kata dia, jika dijajarkan di jalan lurus, truk-truk itu akan membentang hingga sepanjang 49 kilometer.
“Kebayang ya, betapa besar kapal ini, adalah salah satu kapal andalan yang dimiliki oleh Pertamina International Shipping yang selalu konsisten, mendukung ketahanan energi negeri,” ucap dia.
Untuk diketahui, pada hingga akhir 2024 PIS tercatat mengelola lebih dari 700 kapal, termasuk 106 kapal milik dengan sekitar 10.000 pelaut aktif. PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) sendiri berkontribusi terhadap 402 kapal dari total armada tersebut.
Sepanjang 2024, perusahaan menghadirkan 11 kapal tanker baru, termasuk empat Very Large Gas Carrier (VLGC). Kini, PIS memiliki tujuh tanker VLGC dengan rata-rata usia kapal hanya 3,42 tahun.
Tahun lalu, PIS membukukan pendapatan sebesar US$3,48 miliar atau tumbuh 4,48% dibandingkan dengan US$3,33 miliar pada 2023. Laba perusahaan juga naik 69,31%, dari US$329,9 juta di 2023 menjadi US$558,6 juta.
(azr/wdh)





























