Perkembangan di Amerika Serikat (AS) jadi perhatian investor. Kali ini, pelaku pasar memelototi risiko penutupan sementara atau shutdown pemerintahan Presiden Donald Trump karena anggaran negara untuk tahun fiskal mendatang yang belum kunjung mendapat persetujuan.
Trump dan sejumlah pimpinan di Kongres berencana menggelar pertemuan sebelum 1 Oktober, tenggat waktu berlakunya shutdown jika kesepakatan belum tercapai. Pihak Partai Demokrat mendesak agar anggaran negara tahun fiskal mendatang harus mencantumkan perluasan subsidi jaminan kesehatan dan dikembalikannya anggaran kesehatan yang sebelumnya dipotong.
Namun kubu Partai Republik menyebut diskusi soal isu tersebut bisa dibahas setelah shutdown berhasil dicegah.
“Kita bisa membicarakan masalah itu. Namun sebelumnya, bebaskan ‘sandera’. Bebaskan rakyat Amerika. Pemerintahan harus tetap dibuka, dan kita bisa bicara setelah itu,” tegas Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik John Thune, seperti dikutip dari Bloomberg News.
“Intinya sangat sederhana, tergantung mereka. Mari kita lihat, apakah mereka serius bernegosiasi dengan kami,” ujar Pemimpin Demokrat di Senat Chuck Schumer, juga diberitakan Bloomberg News.
Shutdown pemerintahan AS tentu menjadi risiko yang signifikan. Saat ada kemungkinan terjadinya guncangan, investor pun memilih memborong emas untuk mengamankan portofolio mereka.
(aji)





























