Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Singgung Banyak Pejabat S3 Tapi Tak Mampu Perbaiki Negara

Merinda Faradianti
30 September 2025 07:00

Presiden Prabowo Subianto saat konferensi PBB mengenai solusi dua negara Palestina di New York, AS, Senin (22/9/2025). (David Dee Delgado/Bloomberg)
Presiden Prabowo Subianto saat konferensi PBB mengenai solusi dua negara Palestina di New York, AS, Senin (22/9/2025). (David Dee Delgado/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung deretan pejabat yang memiliki latar pendidikan strata-3 atau S3 di dalam pemerintahannya. Hal ini sebagai tanggapan Prabowo yang menginginkan kekayaan Indonesia dapat dikelola dan dinikmati di dalam negeri.

Katanya, Indonesia memiliki banyak ilmuan hingga profesor yang ahli dalam memperbaiki sistem Indonesia. Sehingga, akan mudah dalam memperbaiki sistem yang memungkinkan menyebabkan kebocoran pendapatan negara.

"Saya lihat di sini banyak profesor ini. Banyak S3, iya kan? Pak Purbaya [Menteri Keuangan] S3? Siapa lagi? Pak Perry [Gubernur Bank Indonesia] S3, Yassierli [Menteri Ketenagakerjaan] S3, siapa lagi itu, AHY [Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan] S3? Luar biasa kau. Pak Tito [Menteri Dalam Negeri] S3? Pak Kapolri [Jenderal Listyo Sigit Prabowo] S3? Luar biasa itu semua. Begitu banyak S3 kalau tidak bisa memperbaiki sistem, kelewatan itu," kata Prabowo, Senin (29/9/2025).


Prabowo menyebut, meski memiliki banyak pejabat dengan latar pendidikan tinggi, masih didapati kebocoran di beberapa sistem Indonesia. Menurutnya, hal ini karena Indonesia merupakan negara yang terlalu baik.

"Banyak pakar-pakar kita itu sekolahnya di luar negeri, sekolahnya di barat dan kita mungkin mengira bahwa di luar negeri, di barat itu yang diajarkan semua yang benar dan yang baik. Padahal kita lupa barat itu unggul dan jago dalam menjajah bangsa lain Mereka unggul dalam imperialisme," sebutnya.