Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 350.000 unit pada tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.
Dalam beberapa tahun terakhir, BP Tapera hanya menyalurkan rata-rata 200.000-220.000 unit kuota FLPP. Sekadar catatan, pemerintah telah memutuskan untuk menambah kuota FLPP sebesar 59% dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit pada tahun ini.
"Pada tahun-tahun sebelumnya kami hanya menyalurkan rata-rata 200.000 sampai 220.000 unit. Sehingga kenaikan ini merupakan kenaikan terbesar dalam sejarah KPR subsidi FLPP," ujar Heru dalam agenda Akad Massal 26.000 KPR FLPP dan Serah Terima Kunci, Senin (29/9/2025).
Ancaman penarikan dana FLPP tak lama berselang usai ancaman serupa Purbaya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya Purbaya mengklaim telah mendapat persetujuan dari Prabowo untuk melakukan penarikan anggaran tersebut. Dia memprediksi BGN berpotensi tak tuntas dalam penyerapan anggaran Rp71 triliun jika tak melakukan percepatan hingga akhir tahun.
"Kalau di akhir Oktober [tahun ini] kita bisa hitung dan antisipasi penyerapannya hanya sekian, ya kita ambil juga [sisa] uangnya," ujar Purbaya disela diskusi bersama wartawan di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
"Kita [akan] sebar ke tempat lain, untuk mengurangi defisit atau mengurangi utang. Pada dasarnya, gak ada uang nganggur yang di-earmark sampai akhir tahun."
Dia mengaku jika rencana tersebut juga juga bagian dari upaya otoritas fiskal dalam memaksimalkan penggunaan angaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang diharapkan dalam memacu pergerakan ekonomi.
(ain)




























