Lei Jun menyerang rival lamanya, Apple, dengan cara yang paling gamblang, menggeser branding dan timing Xiaomi untuk membandingkan produknya dengan produk terbaik perusahaan AS tersebut.
Dalam presentasi daring berdurasi dua jam, sang CEO itu menyusun perbandingan langsung dengan iPhone dalam hal daya tahan baterai, kualitas layar, dan kemampuan kamera.
Lei Jun pun membandingkan mobilnya dengan Tesla, khususnya Model Y. Xiaomi tengah naik daun seusai ekspansi awal yang sukses ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV), yang membantu melipatgandakan nilai pasarnya selama setahun terakhir.
Lei Jun kembali menguraikan upaya riset perusahaannya selama bertahun-tahun ke pelbagai bidang yang tak terduga, mulai dari mobil hingga cip (chip). Pengusaha berusia 55 tahun tersebut sebelumnya sudah menguraikan rencana untuk menciptakan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan menghabiskan US$7 miliar atau setara dengan Rp116,7 triliun untuk mengembangkan prosesor selulernya sendiri, bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendorong Xiaomi melampaui gawai konsumen yang selama ini dikenalnya.
Lei Jun, yang menyebut EV sebagai usaha kewirausahaan besar terakhirnya, sedang mencoba mentransformasi dan mengangkat perusahaan yang awalnya berawal dengan menyaingi iPhone.
"Kami telah mengalami transformasi yang mendalam selama 5 tahun terakhir dan kini Xiaomi yang benar-benar baru berdiri kokoh di depan era baru," kata Lei Jun tentang portofolio bisnis Xiaomi yang terus berkembang.
Xiaomi yang berbasis di Beijing secara agresif mendorong pangsa pasar premium yang lebih besar. Namun, menentang Apple berarti menghadapi perusahaan AS yang menguasai 62% penjualan smartphone premium secara global, yang terdiri dari ponsel seharga US$600 (sekitar Rp10 juta) atau lebih. Xiaomi hanya mempunyai pangsa pasar satu digit, menurut Counterpoint Research.
Kini, bernilai hampir US$200 miliar atau setara dengan Rp3.335 T karena investor bertaruh pada ekspansinya ke EV. Xiaomi telah mengukir ruang untuk dirinya sendiri di pasar yang didominasi oleh BYD Co., yang berbasis di Shenzhen dan Tesla milik Elon Musk.
Pada peluncuran mobil keduanya pada Juni, SUV YU7, model pertama Xiaomi sudah melampaui penjualan Tesla Model 3. Angka ini sedikit lebih dari setahun setelah pengiriman pertama dimulai pada musim semi 2024 lalu.
Steven Tseng dan Sean Chen dari Bloomberg Intelligence percaya bahwa segmen EV dari Xiaomi bakal menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan dalam beberapa tahun mendatang. "Kontribusi pendapatannya dapat berlipat ganda menjadi sekitar 20% tahun ini dari 9% tahun lalu.
"Titik impas segmen ini dapat segera tercapai, karena produksi di pabrik kedua meningkat pesat. Pada 2026, mereka memperkirakan EV bakal berkontribusi 10-15% terhadap laba perusahaan. Bisnis Internet of Things (IoT)-nya dapat mendorong pertumbuhan penjualan produk elektronik konsumen, meskipun pertumbuhan ponsel pintar diperkirakan akan melambat. Menurut perhitungan mereka, margin kotor perusahaan dapat naik menjadi 22,8% tahun ini, karena peningkatan skala ekonomi dan bauran produk."
Mobil listrik YU7 menerima 289.000 pesanan dalam satu jam setelah pengumumannya. Waktu tunggu untuk mobil-mobil perusahaan kini dihitung dalam bulan, dan Xiaomi berencana meningkatkan produksi dan mulai menjual mobil listrik pertamanya di Eropa pada tahun 2027.
Xiaomi telah mengirimkan lebih dari 40.000 mobil YU7 sejak peluncurannya, kata Lei pada Kamis.
Kehilangan kepercayaan selama musim panas, ketika kecelakaan fatal yang melibatkan sedan Xiaomi SU7 memicu pengawasan regulator, tampaknya telah berlalu. Permintaan untuk mobil-mobil perusahaan tetap tinggi, dan Xiaomi telah mengambil langkah-langkah perbaikan, termasuk penarikan lebih dari 116.000 kendaraan dan pembaruan over-the-air untuk meningkatkan fitur bantuan pengemudi.
Selain smartphone dan usaha EV yang sedang berkembang, Xiaomi juga berupaya memperkuat kemampuan produksi chipnya.
Tahun ini, Lei mengatakan perusahaan berencana menginvestasikan setidaknya $7 miliar untuk mengembangkan prosesor mobile sendiri, dan kini memiliki tim sebanyak 2.500 orang yang fokus pada tugas tersebut. Perusahaan memamerkan chip Xring O1 pada Mei, yang dirancang untuk menggerakkan generasi baru perangkat termasuk Tablet 7 Ultra.
(bbn)



























