Dia juga mengklaim tak mau lagi ada permainan pada distributor pupuk di lapangan. Menurut dia, banyak distributor pupuk yang selama ini mempersulit kerja petani masih memiliki hubungan atau teraflisiasi dengan pejabat di pemerintahan daerah, pemerintah pusat, atau pun kader partai politik tersebut.
Menurut dia, pemangkasan distribusi pupuk menjadi langsung ke petani juga merupakan upaya menghentikan praktik ketidak adilan di lapangan. Beberapa daerah, kata dia, kerap kesulitan mendapat pupuk subsidi karena dianggap bukan wilayah pendukung kepala daerah atau pejabat tertentu.
"Saya tahu distributor-distributor itu; ya [ternyata] keponakan, sepupu, atau timses bupati. Maaf nih, kita sudah lama jadi orang Indonesia. Kita tahu kalau bupati yang harus tanda tangan. [Bisa saja dia berfikir] oh, kecamatan itu nggak milik gue atau desa itu nggak milih saya; pupuknya kurangi saja, kasih yang milih gue," tutur Prabowo. "Ini sudah tak boleh terjadi."
Dia pun mengklaim, proses penyaluran pupuk juga tak hanya terjadi pada wilayah basis pendukungnya. Dia memastikan dua wilayah yang tak memenangkan Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024 yaitu Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi DI Aceh tetap mendapatkan pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing.
"Pokoknya saya bilang, mau petani milih PKS, milik Demokrat, nggak ada urusan. Politik adalah politik, hak adalah hak politik, itu di kotak suara urusan warga negara dengan hati nurani dan yang maha kuasa di atas, nggak ada urusan," ujar dia.
(mef/frg)




























