Pekan lalu, jet tempur Rusia melintasi wilayah udara Estonia. Para diplomat Inggris, Prancis, dan Jerman berkesimpulan bahwa itu adalah taktik yang disengaja oleh Rusia.
“Inggris akan bersiap untuk mempertahankan wilayah udara dari berbagai pelanggaran,” tegas Juru Bicara Pemerintah Inggris, seperti diberitakan Bloomberg News.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Prancis, Inggris, dan Polandia. Jerman akan mendukung segala langkah yang diperlukan.
“Rusia menguji kami, menguji persiapan kami, menguji komitmen kami untuk membalas. Saya saya sangat penting untuk menunjukkan solidaritas, dan yang lebih penting lagi adalah reaksi cepat,” tegas Presiden Lithuania Gitanas Nauseda, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi sedang bergejolak, biasanya investor memilih berburu emas untuk menyelamatkan portofolio mereka.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk minggu ini? Apakah akan ada kenaikan tujuh pekan beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas berah di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 76.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Akan tetapi, RSI di atas 70 juga menjadi sinyal sudah tergolong jenuh beli (overbought).
Hawa overbought kian terasa dengan indikator Stochastic RSI yang sudah mencapai 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli.
Oleh karena itu, investor patut waspada karena harga emas bisa saja turun minggu ini. Maklum, kenaikannya memang sudah terlampau tinggi sehingga akan datang saatnya konsolidasi.
Cermati pivot point di US$ 3.745/troy ons. Dari sini, harga emas kemungkinan akan mengetes support US$ 3.689/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di US$ 3.536/troy ons yang menjadi MA-10.
Andai harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 3.785/troy ons akan menjadi target resisten terdekat. Jika tertembus, maka US$ 3.8.29/troy ons bisa menjadi resisten selanjutnya.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 3.921/troy ons.
(aji)




























