Logo Bloomberg Technoz

“Permintaan minyak telah direvisi naik sekitar 6 juta barel per hari pada akhir periode outlook, jadi ini peningkatan yang cukup signifikan,” kata Ramsay.

BP undur proyeksi permintaan punyak minyak mentah ke 2030. (Bloomberg News)

Selain penguatan permintaan, Ramsay turut menyoroti ihwal lambatnya upaya efisiensi energi yang berbasis pada kendaraan bermotor atau bahan bakar minyak (BBM).

Menurut data BP, usia kendaraan di jalanan meningkat dari 12 tahun menjadi sekitar 15 tahun dalam beberapa tahun terakhir, yang memperlambat laju efisiensi.

Di sisi lain, Ramsay turut memperhitungkan, permintaan minyak yang makin tinggi dari kebutuhan bahan baku petrokimia. Kebutuhan itu didorong oleh meningkatnya permintaan akan plastik di sejumlah negara.

“Kami menilai hal ini lebih penting dari yang sering diperkirakan, dalam proyeksi terbaru, permintaan feedstock [petrokimia] direvisi naik dibandingkan proyeksi tahun lalu,” tuturnya.

Dalam laporan outlook tahunannya, BP memproyeksikan permintaan minyak mentah bakal kembali ke posisi tahun ini sekitar 102,2 juta barel per hari pada 2035, sebelum akhirnya mulai merosot di bawah 85 juta barel per hari pada 2050.

Melansir Bloomberg News, Badan Energi Internasional (IEA) turut menyiapkan laporan yang memperkirakan permintaan minyak dan gas akan terus meningkat melewati akhir 2030, bertolak belakang dengan asumsi sebelumnya.

Konsumsi bahan bakar fosil bahkan diperkirakan tetap naik hingga 2050, menurut kolumnis Bloomberg Opinion Javier Blas, yang mengutip draf laporan IEA.

Selain itu, BP melihat permintaan gas alam turut meningkat, terutama didorong impor Asia dalam bentuk LNG. Adapun, Amerika Serikat dan Timur Tengah diperkirakan menjadi pemasok utama gas alam di periode tersebut.

Faktor baru yang muncul adalah lonjakan kebutuhan energi dari pusat data yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI).

BP memperkirakan pertumbuhan konsumsi listrik pusat data akan menyumbang sekitar 10% pertumbuhan permintaan listrik global hingga 2035, dan 40% pertumbuhan permintaan listrik di AS.

Meski demikian, BP menekankan tingginya ketidakpastian terkait kebutuhan energi pusat data, mengingat kemajuan pesat pada teknologi chip dan pendinginan.

Dalam beberapa tahun terakhir, BP sempat bertaruh besar di sektor energi terbarukan, namun banyak yang berujung rugi. Awal tahun ini, perusahaan kembali mengubah strategi dengan memfokuskan diri pada minyak dan gas setelah kinerja yang tertinggal.

Laporan itu juga menyoroti bahwa penggunaan biofuel, hidrogen, serta teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS) sangat bergantung pada kebijakan pemerintah. BP dan Shell Plc baru-baru ini bahkan membatalkan rencana pembangunan pabrik biofuel di Eropa.

(naw)

No more pages