Logo Bloomberg Technoz

Sebagai produsen minyak terbesar kedua di OPEC, Irak mengekstraksi sebagian besar minyaknya dari wilayah selatan.

Pemerintah di Baghdad berupaya meningkatkan produksi jangka panjang dan menambah penerimaan negara setelah bertahun-tahun dilanda perang dan konflik internal.

Terobosan dalam negosiasi antara Baghdad, otoritas Kurdistan, dan para produsen minyak di wilayah semi-otonom itu memungkinkan aliran awal sekitar 230.000 barel per hari untuk masuk ke pasar internasional, kata Hussein.

Volume tersebut dapat naik ke kisaran 400.000 hingga 500.000 barel per hari dengan tambahan investasi serta peningkatan produksi di ladang minyak Kurdistan, tambahnya.

Kembalinya ekspor Irak akan menyalurkan lebih banyak pasokan ke pasar global di saat pasar sudah berada di ambang kelebihan suplai.

Delapan perusahaan minyak yang menyumbang lebih dari 90% produksi Kurdistan sebelumnya menyatakan telah mencapai kesepakatan prinsip yang menjamin kepastian pembayaran bagi mereka.

Pemerintah regional Kurdistan mengatakan telah menandatangani kesepakatan dengan semua perusahaan tersebut, kecuali produsen terbesar di wilayah itu, DNO ASA, dan kini menunggu persetujuan dari Kementerian Minyak Irak.

Ekspor akan kembali berjalan sembari pejabat Irak bertemu dengan DNO dalam beberapa hari mendatang, kata Hussein. Bergabungnya DNO dinilai penting karena berarti volume produksi akan lebih besar dan lebih banyak minyak bisa diekspor.

Seorang pejabat Turki mengatakan awal pekan ini bahwa negaranya tidak akan menghalangi aliran minyak begitu pihak-pihak di Irak mencapai kesepakatan.

Irak telah kehilangan pendapatan sebesar US$22 miliar hingga US$25 miliar akibat penghentian ekspor pipa tersebut, naik dari kerugian US$19 miliar yang dilaporkan pada Februari, ujar Hussein.

Kesepakatan terbaru ini mengakhiri gangguan pasokan berkepanjangan yang dimulai pada Maret 2023, ketika Turki menutup pipa menyusul putusan pengadilan arbitrase.

Sejumlah upaya pembukaan kembali sejak saat itu selalu terhambat masalah hukum dan keuangan, termasuk tuntutan perusahaan minyak terkait pelunasan utang lama dan kejelasan pembayaran ke depan.

(bbn)

No more pages