Logo Bloomberg Technoz

Aktor profesional berada di balik peristiwa terbaru ini, kata Poulsen, menyebut ukuran dan jumlah drone yang besar, serta fakta bahwa drone-drone tersebut muncul di beberapa tempat secara bersamaan.

"Ada negara, atau aktor, yang berkepentingan melemahkan dukungan kami untuk Ukraina," kata Poulsen. Namun, "kami tidak memiliki dasar untuk menghubungkannya secara langsung dengan Rusia."

Dalam pernyataan pada Kamis, polisi mengatakan lalu lintas udara di bandara terbesar ketiga Denmark di Aalborg ditangguhkan pada Rabu malam, pada saat yang sama drone juga terlihat di tiga bandara kecil lainnya. Bandara Billund, bandara terbesar kedua di Denmark, juga ditutup sebentar pada Kamis pagi karena laporan aktivitas drone, seperti dilaporkan TV2, mengutip polisi. 

Insiden ini terjadi menjelang pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Eropa di Kopenhagen pekan depan dan merupakan insiden terbaru yang menunjukkan kerentanan pusat transportasi terhadap campur tangan pihak luar.

Serangan siber pada sistem check-in maskapai penerbangan utama mengganggu perjalanan di bandara-bandara besar Eropa selama akhir pekan, memaksa staf untuk memproses penumpang secara manual, menyebabkan penundaan dan pembatalan.

Awal bulan ini, Polandia menembak jatuh sejumlah drone dari Rusia, dan pekan lalu, tiga jet tempur Rusia melanggar wilayah udara Estonia.

Menteri Kehakiman Peter Hummelgaard mengatakan kepada wartawan bahwa insiden di Denmark harus dikaitkan dengan pelanggaran wilayah udara lain yang "sangat mengkhawatirkan" baru-baru ini di Eropa.

"Tujuannya adalah untuk menciptakan perpecahan dan membuat kita takut" dan "untuk menekan serta menguji batas-batas kita," ujarnya. "Ancaman dari serangan hibrida akan tetap ada."

Denmark merupakan salah satu pendukung terkuat Ukraina, telah menyumbangkan peralatan militer dan dana dalam jumlah besar untuk membangun kembali negara yang rusak akibat perang.

Pada Juni, Denmark menandatangani kesepakatan untuk menjadi negara pertama yang mengizinkan industri pertahanan Ukraina beroperasi di wilayahnya. Bulan ini, Pemerintah Denmark mengumumkan bahwa perusahaan Ukraina akan mulai meproduksi bahan bakar roket.

Menurut kepolisian, otoritas Denmark kini memulai "investigasi intensif" bersama dengan angkatan bersenjata dan badan intelijen. Negara Nordik ini, kata Hummelgaard, akan berinvestasi dalam kapasitas baru untuk melindungi diri dari drone dan juga akan mengubah undang-undang untuk membatasi penggunaan drone di wilayah udara Denmark.

Poulsen mengatakan Denmark sedang mempertimbangkan apakah akan menggunakan Pasal 4 Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang memicu konsultasi dan akan membuka jalan bagi tindakan terkoordinasi di antara sekutu. Denmark juga mempertimbangkan cara-cara lain untuk melibatkan NATO dan telah berunding dengan organisasi pertahanan tersebut mengenai drone.

Dalam wawancara dengan Euractiv pada Rabu, Komisaris Pertahanan Andrius Kubilius menjelaskan Uni Eropa bisa meningkatkan kemampuannya untuk mendeteksi drone dalam setahun ke depan, meski akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kapasitas penuh dalam memantau dan menghancurkan ancaman.

Drone-drone di Aalborg, kata polisi, menghilang sekitar pukul 01.00 waktu setempat pada Kamis, setelah berputar-putar di sekitar bandara selama lebih dari tiga jam. Penutupan wilayah udara tersebut membuat empat penerbangan dialihkan.

Drone juga terlihat di bandara-bandara di Esbjerg dan Sonderborg, serta Pangkalan Udara Skrydstrup, area militer yang digunakan untuk merawat pesawat tempur. Bandara-bandara kecil tersebut tidak memiliki penerbangan terjadwal pada malam hari.

(bbn)

No more pages